Nilai tukar rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) kembali menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Jumat (9/1/2026) pagi, rupiah tercatat melemah 0,07% dan berada di posisi Rp16.832 per dolar AS.
Angka ini memperburuk posisi rupiah yang sebelumnya sempat menyentuh level Rp16.821 per dolar AS, setelah mengalami pelemahan sebesar 0,51%. Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS yang naik 0,25% dan kini berada di level 98.934.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Penguatan indeks dolar AS tersebut turut memberikan tekanan signifikan pada sejumlah mata uang di pasar Asia. Ringgit Malaysia melemah 0,19%, dolar Singapura tergerus 0,05%, sementara won Korea Selatan dan yen Jepang masing-masing tergelincir 0,03% terhadap dolar AS.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Menurut pantauan Mureks, secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), rupiah berisiko melanjutkan tren pelemahan pada hari ini. Rupiah berpotensi melemah menuju level support di Rp16.800 per dolar AS.
Apabila level tersebut berhasil ditembus, support selanjutnya yang perlu diwaspadai berada di Rp16.840 per dolar AS, terutama setelah menembus trendline sebelumnya.






