Tren

Pemimpin Eropa Bujuk Trump Tak Caplok Greenland, Tegaskan NATO Jaga Kawasan Arktik

Negara-negara Eropa secara aktif membujuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan niatnya mencaplok Greenland. Mereka meyakini bahwa penguatan kehadiran NATO di kawasan Arktik sudah cukup untuk menjamin keamanan Washington, sehingga tidak perlu “memiliki” pulau otonom tersebut.

Kabar ini dilaporkan oleh Politico pada Jumat, 9 Januari 2026, mengutip sejumlah sumber diplomatik. Desakan ini muncul setelah Trump pada 3 Januari lalu menyatakan kepada majalah The Atlantic bahwa Amerika Serikat “mutlak” membutuhkan Greenland. Ia beralasan, pulau tersebut “dikepung kapal Rusia dan China.”

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Eropa dan NATO Perkuat Posisi di Arktik

Menanggapi pernyataan Trump, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen sebelumnya telah mendesak agar ancaman aneksasi terhadap Greenland dihentikan. Greenland sendiri merupakan wilayah otonom yang berada dalam Kerajaan Denmark.

Dalam pertemuan tertutup para duta besar NATO di Brussel pada Kamis, 8 Januari 2026, negara-negara anggota mencapai kesepakatan mengenai perlunya memperkuat postur aliansi di kawasan Arktik. Tiga diplomat NATO yang berbicara kepada Politico menyebutkan bahwa negara-negara Eropa memandang pencarian kompromi dengan Trump sebagai opsi pertama dan yang paling diinginkan.

Pertemuan yang dihadiri oleh 32 utusan aliansi tersebut berlangsung dalam suasana yang “produktif” dan “konstruktif,” menurut salah satu sumber. Berbagai opsi strategis dibahas, termasuk pemanfaatan kemampuan intelijen untuk meningkatkan pemantauan wilayah, peningkatan belanja pertahanan di Arktik, pengerjaan lebih banyak peralatan militer, serta penambahan latihan militer di kawasan sekitar.

Penolakan Tegas dari Greenland dan Denmark

Trump berulang kali menyoroti nilai strategis Greenland bagi keamanan nasional dan pertahanan “dunia bebas” dari ancaman Tiongkok dan Rusia. Namun, penolakan tegas datang dari Greenland sendiri. Mantan Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, dengan lugas menegaskan bahwa “pulau itu tidak dijual.”

Pada 4 Januari, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, sempat mengunggah gambar peta Greenland yang diwarnai bendera Amerika Serikat di platform X dengan keterangan “SOON.” Unggahan ini memicu reaksi keras dari Kopenhagen.

Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, menyatakan bahwa Kopenhagen mengharapkan “penghormatan terhadap keutuhan wilayah kerajaan.” Sementara itu, Perdana Menteri Greenland saat ini, Jens-Frederik Nielsen, menyebut gambar tersebut “tidak sopan.”

Catatan Mureks menunjukkan, pada Desember 2025 lalu, Trump telah menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland. Landry kemudian menegaskan kembali tujuan Amerika Serikat untuk menjadikan pulau tersebut bagian dari wilayahnya, memperkuat kekhawatiran Eropa dan Denmark akan niat aneksasi tersebut.

Mureks