Tren

Ruben Amorim Ukir Rekor Buruk Sepanjang Sejarah Manchester United, Jamie Carragher Sebut ‘Tidak Kompeten’

Manchester United (MU) kembali gagal mencatatkan clean sheet dalam laga tandang Premier League, memperpanjang rekor buruk di bawah kepemimpinan manajer Ruben Amorim. Hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu, 4 Januari 2026, di Elland Road, menandai kali ke-15 Setan Merah kebobolan di laga tandang secara beruntun.

Gol Brendan Aaronson untuk Leeds sempat dibalas cepat oleh Matheus Cunha tiga menit kemudian. Namun, kegagalan menjaga gawang tetap bersih ini menjadi catatan yang tidak diinginkan bagi Amorim.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Rekor Buruk Amorim dan Kritik Terbuka

Menurut data dari Squawka, ini adalah kali pertama dalam sejarah klub Manchester United mengalami 15 pertandingan tandang Premier League berturut-turut tanpa mencatatkan clean sheet. Sebuah rekor yang semakin menyoroti performa defensif tim.

Setelah pertandingan, Amorim juga memicu kontroversi dengan pernyataan publiknya yang mengkritik hierarki klub. Ia secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya karena disebut sebagai “pelatih” alih-alih “manajer”.

Pengamat menilai, Amorim seolah menantang dewan klub untuk memecatnya, terutama di tengah prediksi bursa transfer musim dingin yang relatif sepi. Padahal, skuad MU masih membutuhkan peningkatan signifikan, khususnya di lini tengah.

Mureks mencatat bahwa statistik ini hanya menambah ketidakpastian masa depan Amorim. Ia memiliki tingkat kemenangan terendah di antara manajer Manchester United sejak era Sir Alex Ferguson. Musim ini, Setan Merah juga mengalami awal terburuk mereka sejak musim 1992/93.

Dalam 14 bulan kepemimpinannya, MU hanya sekali memenangkan pertandingan Premier League secara beruntun. Ini menjadi indikasi inkonsistensi performa tim.

Kontrak Amorim sendiri berlaku hingga 2027, namun ia telah mengakui kemungkinan untuk pergi lebih cepat. Serangkaian hasil imbang yang sulit diraih melawan Wolves dan Leeds, di tengah absennya banyak pemain kunci karena cedera dan Piala Afrika (AFCON), telah membuat MU terperangkap di luar empat besar klasemen Liga Inggris.

Dengan derbi Manchester dan pertandingan tandang melawan Arsenal yang akan datang, MU menghadapi risiko tergelincir lebih jauh di klasemen.

Jamie Carragher: Amorim “Tidak Cukup Mumpuni”

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, turut memicu perdebatan dengan secara terbuka mengkritik manajer Ruben Amorim setelah hasil imbang kontra Leeds. Kritik Carragher muncul setelah konferensi pers pasca-pertandingan, di mana Amorim mempertanyakan arah manajemen di Old Trafford.

Pelatih berusia 40 tahun itu menegaskan akan terus bekerja hingga kontraknya berakhir dalam 18 bulan. Namun, ia juga menyindir departemen pencarian bakat, Direktur Olahraga Jason Wilcox, bahkan mantan kapten Gary Neville yang sering mengkritiknya.

Menanggapi pernyataan-pernyataan tersebut, Carragher sangat kesal saat berkomentar di Sky Sports. Mantan bek tengah Liverpool itu dengan blak-blakan menyatakan bahwa Amorim “tidak kompeten” untuk melatih Manchester United. Ia bahkan mengatakan bahwa Amorim “hanya cukup baik untuk menjadi manajer Premier League.”

Secara spesifik, Carragher menyatakan: “Menurut pendapat saya, hanya ada dua kemungkinan untuk reaksi ini: Amorim tidak senang dengan jendela transfer Januari 2026 karena merasa tidak didukung, atau pihak manajemen mempertanyakan perubahan terus-menerus yang dilakukannya pada sistem taktik.”

Menurut mantan bek tim nasional Inggris itu, ada saat ketika MU “tampak membaik ketika mereka beralih ke formasi pertahanan empat pemain,” tetapi Amorim kembali bermain dengan lima bek melawan Wolves. Carragher percaya bahwa itu adalah salah satu penampilan terburuk Setan Merah musim ini.

“Amorim tidak cukup bagus untuk menjadi manajer Manchester United,” tegas Carragher. “Kenyataannya adalah hampir semua manajer di Liga Premier saat ini dapat melihat Manchester United dan berpikir mereka akan mendapatkan poin jauh lebih banyak daripada itu.”

Setelah 20 pekan, Manchester United saat ini berada di posisi kelima klasemen Liga Inggris dengan 31 poin. Musim panas lalu, tim tersebut menghabiskan dana fantastis sebesar £225 juta untuk transfer, mendatangkan sejumlah nama terkenal seperti Matheus Cunha, Benjamin Sesko, dan Bryan Mbeumo.

Bagi Carragher, pengeluaran besar ini sudah cukup untuk membantah anggapan bahwa Amorim kurang mendapat dukungan. “Dia mendapat banyak dukungan. Dengan performanya yang buruk musim lalu, MU bahkan punya alasan kuat untuk berpisah dengan Amorim di musim panas,” pungkas Carragher.

Mureks