Manchester United secara resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim dari posisi pelatih kepala pada Senin (5/1) waktu setempat. Keputusan ini diambil hanya 14 bulan setelah Amorim ditunjuk menukangi tim berjuluk Setan Merah tersebut di Old Trafford.
Dalam pernyataan resminya, klub menyatakan bahwa pergantian ini dilakukan dengan berat hati. “Kami dengan enggan memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan,” tulis manajemen MU. Klub menekankan bahwa langkah ini diperlukan demi memberikan tim “kesempatan terbaik untuk meraih posisi setinggi mungkin di klasemen akhir Liga Inggris”. Manchester United juga menyampaikan apresiasi kepada Amorim atas kontribusinya serta mendoakan yang terbaik bagi masa depannya.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Untuk sementara, Darren Fletcher, pelatih tim U-18 Manchester United, akan mengambil alih posisi pelatih kepala. Ia akan memimpin tim saat menghadapi Burnley pada Rabu mendatang. Saat ini, Manchester United berada di peringkat keenam klasemen Premier League, menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu sebelumnya.
Konferensi Pers Panas Amorim Sebelum Pemecatan
Pemecatan Amorim terjadi tak lama setelah konferensi pers yang cukup panas usai laga kontra Leeds. Dalam kesempatan itu, Amorim secara terbuka menegaskan perannya sebagai manajer, bukan sekadar pelatih Manchester United. Ia juga secara implisit meminta departemen pemandu bakat serta direktur sepak bola Jason Wilcox untuk “melakukan pekerjaan mereka”.
Mureks mencatat bahwa pernyataan tersebut mengindikasikan adanya frustrasi di balik layar, terutama terkait kebijakan transfer klub yang enggan ia jelaskan secara rinci menjelang pertandingan. Nada pesimistis sempat terlihat ketika Amorim menghindari pertanyaan soal rencana transfer, namun ia lebih terbuka ketika ditanya apakah masih mendapat dukungan penuh dari dewan klub.
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan hanya pelatih Manchester United,” kata Amorim. “Nama saya mungkin bukan Thomas Tuchel, Antonio Conte, atau Jose Mourinho, tetapi saya adalah manajer Manchester United. Dan akan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk mengganti saya. Saya tidak akan mundur. Saya akan menjalankan tugas saya sampai ada orang lain yang datang untuk menggantikan saya.”
Performa Domestik yang Mengecewakan
Amorim ditunjuk sebagai pelatih pada November 2024. Selama masa kepemimpinannya, ia sempat membawa Manchester United mencapai final Liga Europa di Bilbao pada Mei lalu, meskipun harus mengakui keunggulan Tottenham Hotspur. Namun, performa domestik tim mengecewakan setelah MU hanya finis di posisi ke-15 Premier League musim lalu.
Tim redaksi Mureks menyoroti bahwa masa jabatan 14 bulan Amorim ini tercatat sebagai yang terpendek bagi pelatih permanen Manchester United sejak David Moyes dipecat delapan bulan setelah ditunjuk pada tahun 2014. Sebagai salah satu klub dengan koleksi 20 gelar liga Inggris, Manchester United masih menanti kebangkitan. Gelar Premier League terakhir mereka diraih pada 2013, yang juga menjadi musim terakhir Sir Alex Ferguson sebagai pelatih.





