Tren

Ruben Amorim: “Saya Manajer, Bukan Sekadar Pelatih” Ungkap Konflik Internal Sebelum Dipecat MU

Manchester United resmi memecat manajer Ruben Amorim pada Senin (5/1) pagi waktu setempat. Keputusan mengejutkan ini diambil tak lama setelah Setan Merah bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road. Namun, hasil di lapangan bukanlah faktor utama di balik pemecatan tersebut.

Menurut Mureks, keretakan hubungan antara Amorim dan manajemen klub telah memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Perbedaan pandangan yang tajam mengenai kebijakan perekrutan pemain menjadi pemicu utama konflik internal yang tak terhindarkan.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Konflik Wewenang dalam Kebijakan Transfer

Ruben Amorim, yang dibesarkan dalam struktur kepelatihan modern Eropa, merasa kewenangannya sebagai manajer tidak berjalan utuh. Ia menilai adanya terlalu banyak intervensi dalam kebijakan transfer pemain, yang menurutnya merupakan bagian integral dari perannya sebagai pemegang kontrol teknis tim.

Situasi semakin memanas setelah Amorim menyampaikan pernyataan tegas di hadapan media, yang kini menjadi kalimat terakhirnya sebagai manajer Manchester United. Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya ketegangan yang mendalam.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan untuk menjadi pelatih,” kata Amorim, seperti dikutip dari BBC Sport.

Ia melanjutkan, “Di setiap departemen, departemen pencarian bakat, direktur olahraga, perlu melakukan pekerjaan mereka. Saya akan melakukan pekerjaan saya selama 18 bulan dan kemudian kita akan melanjutkan.”

Pernyataan Terakhir yang Menjadi Titik Balik

Amorim kembali mengungkapkan kegelisahannya dalam jumpa pers usai laga melawan Leeds United. Ia menegaskan perbedaan mendasar antara peran manajer dan pelatih, sebuah penekanan yang kini dipandang sebagai garis batas yang tak bisa ditarik kembali oleh manajemen klub.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya akan menjadi manajer tim ini, bukan hanya pelatih. Saya sangat jelas tentang itu,” tegas Amorim.

“Itu akan berakhir dalam 18 bulan dan kemudian semua orang akan melanjutkan. Itulah kesepakatannya. Itulah pekerjaan saya. Bukan untuk menjadi pelatih.”

Ucapan tersebut menandai berakhirnya era singkat Ruben Amorim di Old Trafford. Manchester United akhirnya memilih jalan berpisah, menutup babak kepemimpinan yang diwarnai ketegangan internal terkait filosofi dan wewenang manajerial.

Mureks