Dalam konteks hubungan suami istri, seringkali muncul pertanyaan mengenai batasan dan hukum Islam terkait permintaan yang dianggap ‘aneh’ oleh salah satu pasangan. Isu ini menjadi perhatian, terutama ketika salah satu pihak merasa tidak nyaman dengan permintaan tersebut.
Menanggapi hal ini, ulama terkemuka Buya Yahya memberikan penjelasan komprehensif. Menurut Buya Yahya, seorang suami memiliki kebebasan untuk melakukan apapun dengan istrinya dalam hubungan intim, asalkan menghindari dua hal yang secara tegas diharamkan dalam Islam.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Dua Batasan Haram dalam Hubungan Suami Istri
Buya Yahya menjelaskan bahwa ada dua batasan utama yang harus dihindari oleh pasangan suami istri. “Pertama adalah berhubungan di lobang belakangnya seorang istri lobang belakang buang air besar itu haram dan tidak tawar disini. Kedua adalah di jalur depan waktu wanita dalam keadaan haid setelahnya Anda bebas,” tegas Buya Yahya, sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Al Bahjah pada Rabu, 7 Januari 2026. Mureks mencatat bahwa penjelasan ini memberikan panduan jelas mengenai area yang diharamkan.
Dengan demikian, selain dari dua larangan tersebut, segala bentuk interaksi intim lainnya diperbolehkan. Namun, Buya Yahya juga menyoroti fenomena permintaan ‘aneh’ yang kerap diajukan suami kepada istri.
Penyebab Permintaan ‘Aneh’ dan Pentingnya Menjaga Perasaan
Buya Yahya menggarisbawahi bahwa keinginan untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa seringkali berakar dari paparan tontonan yang tidak baik. “Yang menjadikan seorang pengen aneh-aneh itu apa sih? Zamannya, zaman rusak tontonan yang menjadikan istrinya bahan cobaan gara-gara matanya melihat Film-film kotor. Gara-gara itu pengen akhirnya apa? Gara-gara film kotor yang dilihat ingin dengan istrinya dengan beberapa macam-macam tidak akan menemukan kepuasan pada akhirnya ngomong ‘Istriku tidak bisa kau begitu seperti di film itu’. Nah ini gara-gara tontonan. Jadi kenapa kau banyak minta macam-macam? karena tontonan dan sebagainya,” jelasnya.
Selain batasan syariat, Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya menjaga perasaan pasangan. Suami dianjurkan untuk peka terhadap ketidaknyamanan istri dan menghindari tindakan yang membuat pasangan risih.
“Kadang ada sebagainya ada seorang istri yang memang risih kalau dicium sama suaminya. Tidak tahu risihnya karena kumisnya terlalu tajam atau jarang sikat gigi atau macam-macam saya tidak paham itu. Artinya mohon maaf suami tahu diri kalau istri mulai risih itu berarti koreksi jangan-jangan saya kurang bersih. Begitu juga sebaliknya,” imbuh Buya Yahya. Hal ini menekankan aspek komunikasi dan saling pengertian dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.






