Olahraga

Ruben Amorim Kritik Petinggi MU, Putra Scholes: “Pelatih Enggak Guna, Minggat Saja!”

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik tajam kepada jajaran petinggi klub usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu (4/1). Pernyataan kontroversial Amorim ini memicu reaksi keras, termasuk dari Arron Scholes, putra legenda Setan Merah Paul Scholes, yang mendesak pelatih asal Portugal itu untuk segera meninggalkan Old Trafford.

Amorim Serang Petinggi Manchester United

Kritik Amorim muncul ketika ia ditanya wartawan mengenai dukungan manajemen klub pasca-laga kontra Leeds. Jawaban sang manajer justru memicu perdebatan luas.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

“Saya melihat ada informasi yang disampaikan secara selektif. Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih Manchester United. Itu jelas. Saya tahu nama saya bukan [Thomas] Tuchel, bukan [Antonio] Conte, bukan [Jose] Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United. Dan situasinya akan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk mengganti saya. Itu maksud saya. Saya akan menyelesaikan ini, tidak akan berhenti. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai orang lain datang menggantikan saya,” ujar Amorim, menegaskan posisinya.

Putra Scholes Kritik Keras Amorim

Meski sebagian penggemar Manchester United mendukung sikap terbuka Amorim, Arron Scholes melancarkan serangan frontal. Melalui unggahan di platform X yang kini telah dihapus, Arron menuduh Amorim meniru manuver Jose Mourinho yang mencari pesangon pemecatan, dan mendesaknya untuk segera “minggat” dari Old Trafford, meskipun kontraknya masih berlaku hingga musim panas 2027.

Dengan nada sangat kasar, Arron Scholes menulis: “Ya sudah pergi saja, pelatih tak berguna, katanya mau pergi. Seperti Jose [Mourinho] lagi, cuma mengemis pesangon. Kau sudah didukung penuh tapi membuat beberapa keputusan taktik terburuk yang pernah saya lihat selama pertandingan. Tidak ada yang bisa disalahkan selain dirimu sendiri. Akui saja seperti yang kamu janjikan, lalu minggatlah.”

Mureks mencatat bahwa Amorim memang telah diberikan dana lebih dari £200 juta untuk belanja pemain pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, dari pernyataannya, ia tampaknya masih menginginkan investasi tambahan pada bursa transfer Januari ini.

Isyarat Perubahan di Old Trafford?

Secara statistik, Manchester United unggul atas Leeds dengan angka harapan gol (xG) sebesar 1,46 berbanding 0,92, mencatatkan 15 tembakan berbanding 10, serta menguasai bola 54,8 persen. Namun, gol penyeimbang Matheus Cunha menjadi penyelamat, mencegah pasukan Daniel Farke membawa pulang tiga poin penuh. Saat ini, Setan Merah berada di posisi keenam klasemen Liga Inggris.

Dari nada bicara Amorim, tersirat bahwa ia sendiri tidak melihat masa depan jangka panjangnya di Old Trafford. Ia kembali menegaskan:

“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan pelatih. Semua departemen, dari pemandu bakat, direktur olahraga, harus melakukan tugas mereka. Saya akan melakukan tugas saya selama 18 bulan, lalu kita lanjutkan. Saya cuma mau bilang saya akan menjadi manajer tim ini, bukan cuma pelatih. Sudah saya perjelas soal ini… Itu kesepakatannya, itu pekerjaan saya. Jika orang-orang tidak bisa menghadapi Gary Neville dan segala kritiknya, maka klub ini memang perlu berubah.”

Selanjutnya untuk Manchester United

Setelah hanya bermain imbang melawan Wolves dan Leeds United, dua tim papan bawah Liga Inggris, The Red Devils berharap bisa kembali ke jalur kemenangan. Mereka akan bertandang ke markas Burnley yang juga tengah berjuang menghindari zona degradasi, pada Kamis (8/1) mendatang.

Mengenai laga kontra Leeds, Amorim menambahkan: “Kami punya peluang untuk memenangkan pertandingan. Kami kehilangan poin karena detail kecil. Gol Leeds datang dari satu momen transisi, padahal kami mengontrol permainan. Musim ini kami lebih menguasai pertandingan dibanding musim lalu, tapi tetap frustrasi karena tidak menang.”

Mureks