Kuala Lumpur – Pasangan ganda campuran Jerman, Marvin Seidel dan Nguyen Thuc Phuong, berhasil mencetak tonggak penting dalam kemitraan mereka dengan meraih kemenangan perdana di turnamen level Super 1000. Prestasi ini diraih pada babak pembuka Malaysia Open 2026, Rabu (07/01/2026).
Seidel dan Nguyen, yang baru berpasangan sejak Mei 2025, menunjukkan performa impresif. Debut mereka di European Circuit Tour pada Luxembourg Open 2025 bahkan langsung berbuah gelar juara. Sejak itu, mereka telah berkompetisi di sembilan turnamen, secara konsisten menanjak peringkat dan berhasil menembus turnamen-turnamen besar di tur dunia.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Malaysia Open 2026 menjadi momen istimewa bagi keduanya. Ini adalah pertandingan Super 1000 pertama mereka sebagai pasangan, sekaligus penampilan perdana Thuc Nguyen di level Super 1000 sepanjang kariernya.
Perjuangan Sengit Melawan Unggulan Taiwan
Pada babak pembuka, Seidel/Nguyen menghadapi tantangan berat dari pasangan peringkat 18 dunia asal Taiwan, Yang Po-Hsuan dan Hu Ling Feng. Setelah kehilangan gim pertama dengan skor 18-21, pasangan Jerman ini sempat tertinggal 11-15 di gim kedua. Namun, dengan ketenangan dan ketahanan luar biasa, mereka berhasil membalikkan keadaan dan merebut gim kedua dengan skor 21-19.
Dominasi Seidel/Nguyen berlanjut di gim penentu. Mereka menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 21-12 di gim ketiga, memastikan langkah mereka ke babak selanjutnya. Menurut Mureks, kemenangan ini menegaskan potensi besar pasangan baru tersebut di kancah bulutangkis dunia.
Di babak kedua, Marvin Seidel dan Nguyen Thuc Phuong akan menghadapi ujian yang lebih berat, yakni melawan pasangan unggulan keenam asal Tiongkok, Guo/Chen.
Juara World Tour Finals Christo Popov Tersingkir Dini
Di sisi lain, turnamen ini juga menyajikan kejutan dengan tersingkirnya juara World Tour Finals, Christo Popov. Atlet asal Prancis itu gagal melaju ke babak kedua setelah kalah dalam pertarungan sengit melawan Lee Cheuk Yiu dari Hong Kong di Axiata Arena, Selasa (06/01/2026).
Popov menyerah dengan skor 21-13, 19-21, 21-23. Meskipun demikian, Popov menyatakan bahwa kehadiran Prancis di jajaran teratas dunia membuktikan bahwa perencanaan jangka panjang membuahkan hasil.
“Secara keseluruhan, tahun 2025 merupakan tahun yang baik bagi saya, terutama enam bulan terakhir. Namun di level ini, setiap pemain di 32 besar sangat kuat. Dalam turnamen Super 1000, babak pertama selalu sulit. Menjadi favorit di atas kertas tidak berarti apa-apa.”
Pernyataan Popov ini, pantauan Mureks, menyoroti betapa ketatnya persaingan di level turnamen Super 1000, di mana setiap pertandingan membutuhkan performa puncak.






