Arema FC membuat keputusan signifikan terkait salah satu pemain lokalnya, Muhammad Rafli. Sang gelandang dipastikan tidak akan lagi memperkuat skuad Singo Edan di sisa kompetisi Super League musim 2025/2026. Muhammad Rafli secara resmi dilepas dengan status pinjaman ke klub lain, sebuah langkah yang diambil demi keberlanjutan kariernya.
Keputusan ini, menurut Mureks, bukan didasari oleh penurunan kualitas atau dedikasi sang pemain, melainkan pertimbangan profesional di tengah ketatnya persaingan internal tim. Sebelum mencapai kesepakatan ini, diskusi intensif telah dilakukan antara Muhammad Rafli, jajaran pelatih, dan manajemen klub.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Muhammad Rafli sendiri dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi profesionalisme dan menghormati evaluasi teknis dari pelatih. Ia juga menyadari betul pentingnya menit bermain untuk perkembangan performa dan karier jangka panjangnya di dunia sepak bola.
Penjelasan Pelatih Marcos Santos
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa peminjaman ini adalah solusi terbaik dalam situasi kompetisi yang semakin ketat. Pelatih asal Brasil itu memuji kontribusi Rafli selama ini.
“Rafli telah memainkan peran penting dalam sejarah Arema FC baru-baru ini. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat kepada klub, Rafli secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada lambang klub dan kepada para pendukung, berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan,” tutur Marcos Santos, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Santos menambahkan bahwa Muhammad Rafli selalu menunjukkan sikap positif dan loyalitas terhadap proyek tim. “Selama waktunya bersama Arema FC, Rafli menunjukkan tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek klub, membantu tim di momen-momen penting dan menjaga sikap positif dalam skuat. Etos kerja dan karakternya selalu dihargai oleh staf pelatih, manajemen, dan para penggemar,” imbuhnya.
Meski demikian, Marcos Santos tidak menampik realitas bahwa persaingan di skuad utama Arema FC membuat kesempatan bermain bagi Rafli menjadi terbatas. Oleh karena itu, ia berharap masa peminjaman ini menjadi fase krusial bagi Muhammad Rafli untuk kembali dengan performa yang lebih matang dan kompetitif.
“Saat ini, karena meningkatnya persaingan dalam skuat dan terbatasnya kesempatan bermain, klub percaya bahwa keputusan terbaik adalah mengizinkan Rafli bergabung dengan klub lain dengan status pinjaman, sehingga ia dapat memperoleh menit bermain reguler dan melanjutkan pengembangan profesionalnya,” tegas Marcos Santos.
Sebagai informasi, Muhammad Rafli merupakan pemain lokal dengan kualitas mumpuni yang bahkan tercatat memiliki 12 caps bersama tim nasional Indonesia senior.






