Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya menelan kekalahan 0-1 dari Semen Padang dalam lanjutan Super League. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Senin (22/12) malam itu berakhir pahit bagi Macan Kemayoran.
Ridho secara khusus menyoroti kegagalan timnya untuk mempersembahkan kemenangan sebagai hadiah ulang tahun ke-28 bagi Jakmania, kelompok suporter setia Persija. “Tekad kami datang ke sini adalah untuk memenangkan pertandingan dan memberikan hadiah kemenangan bagi Jakmania yang sedang berulang tahun. Namun, kami kebobolan satu gol dan akhirnya kalah. Ke depan, kami harus fokus untuk pertandingan selanjutnya,” ungkap bek berusia 24 tahun itu.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Jalannya pertandingan memang tidak mudah bagi Persija. Tim ibu kota harus bermain dengan sembilan pemain setelah dua penggawanya diganjar kartu merah. Figo Dennis lebih dulu diusir wasit pada menit ke-37 setelah menerima kartu kuning kedua. Situasi semakin sulit ketika Fabio Calonego diganjar kartu merah langsung pada menit ke-90+6.
Gol semata wayang tuan rumah tercipta pada menit ke-83. Gol tersebut lahir akibat salah antisipasi Jordi Amat yang berujung gol bunuh diri. Persija sempat memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan melalui sepakan Maxwell Souza pada masa perpanjangan waktu, namun wasit menganulir gol tersebut.
Ridho mengakui bahwa permainan timnya belum berjalan sesuai arahan pelatih. “Banyak kemauan coach belum bisa kami lakukan dengan baik. Kami pun terkena kartu merah. Di ruang ganti, Coach berbicara kepada kami agar melanjutkan dan berusaha lebih baik lagi di babak kedua,” ujarnya.
Kartu merah yang diterima Persija diakuinya sangat merugikan tim. Meskipun kekurangan pemain di lapangan, Persija tetap berupaya tampil agresif. Ridho menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh setelah laga tersebut.
“Ketika pemain melakukan kesalahan atau apa pun itu, kami harus belajar agar lebih baik dan mengevaluasi supaya ke depannya menjadi lebih baik,” ucap Ridho. Ia juga menyampaikan harapannya untuk kemajuan sepak bola nasional. “Saya berharap, saya mohon agar liga kita bisa lebih baik lagi dan para pemain juga lebih baik lagi. Semua orang harus introspeksi dan belajar ke depannya. Untuk penilaian, silakan teman-teman menilai sendiri, layak atau tidak.”






