Olahraga

Liam Rosenior Tanggapi Spekulasi Pengganti Enzo Maresca di Chelsea: “Anda Tidak Pernah Tahu”

Liam Rosenior, manajer Strasbourg, akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi yang menempatkannya sebagai kandidat utama pengganti Enzo Maresca di kursi pelatih Chelsea. Maresca sendiri dipecat dari jabatannya pada Hari Tahun Baru, memicu pencarian manajer baru oleh The Blues.

Pemecatan Enzo Maresca dari Chelsea

Chelsea membuat keputusan mengejutkan untuk mengakhiri kerja sama dengan Maresca setelah hubungan antara pelatih dan dewan direksi memburuk dalam sebulan terakhir. Sebuah pernyataan resmi dari klub mengonfirmasi pemecatan tersebut.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

“Chelsea Football Club dan Pelatih Kepala Enzo Maresca telah berpisah. Selama masa jabatannya di klub, Enzo memimpin tim meraih kesuksesan di Liga Konferensi UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Prestasi tersebut akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah klub baru-baru ini, dan kami berterima kasih atas kontribusinya kepada klub.”

“Dengan tujuan utama yang masih harus diperjuangkan di empat kompetisi termasuk untuk lolos ke Liga Champions, Enzo dan klub percaya bahwa perubahan ini memberi tim peluang terbaik untuk mengembalikan performa mereka di musim ini. Kami mendoakan yang terbaik untuk Enzo di masa depan.”

Respons Liam Rosenior Terhadap Rumor

Rosenior, mantan bek sayap Fulham dan Reading, muncul sebagai favorit kejutan untuk menggantikan Maresca di Stamford Bridge. Ia telah memimpin Strasbourg, yang seperti Chelsea berada di bawah kepemilikan BlueCo, selama lebih dari setahun. Mureks mencatat bahwa di musim pertamanya, Rosenior bahkan membantu tim Prancis itu lolos ke Liga Konferensi Eropa dan kini membawa mereka ke posisi ketujuh di Ligue 1 menjelang perjalanan ke Nice, Minggu (4/1) dini hari WIB.

Menjelang pertandingan pertama timnya sejak liburan musim dingin, Rosenior menegaskan fokusnya pada peran saat ini dan menepis laporan tersebut sebagai “spekulasi”.

Ia berkata: “Saya akan berbicara tentang Nice karena itu adalah pekerjaan saya. Ada banyak kebisingan, banyak spekulasi, tetapi sebagai pelatih, jika Anda terlibat dalam hal itu, Anda akan gagal. Pekerjaan saya di sini, saya mencintai klub ini. Tidak, saya belum berbicara dengan para pemain tentang hal itu. Tidak perlu, mereka terhubung dan saya telah bercanda ringan dengan mereka. Tetapi kami telah fokus pada pekerjaan kami. Tujuannya adalah untuk terus menciptakan hal-hal hebat di sini.”

“Dalam hidup, tidak ada jaminan sama sekali. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Saya hanya melakukan pekerjaan saya. Sudah ada spekulasi. Saya tidak ingin menjamin berapa lama saya akan berada di sini, tetapi saya menikmati diri saya di sini setiap hari. Saya berniat untuk terus melakukannya selama saya berada di sini. Saya mencintai klub ini, tetapi saya tidak dapat menjamin apa pun. Tidak ada yang bisa.”

“Saya ingin melakukan pekerjaan saya di sini, itu sederhana. Realitanya saat ini adalah saya adalah manajer Strasbourg dan saya fokus pada posisi saya. Terjadi pertukaran karena kita adalah bagian dari kelompok yang sama. Jujur saja, kita tidak akan pernah bisa mengendalikan segalanya dalam hidup. Saya bisa saja mengatakan saya akan tinggal di sini selama bertahun-tahun dan kemudian dipecat.”

Kandidat Lain dan Pelatih Interim

Sejumlah nama terkenal sempat dikaitkan dengan posisi manajer Chelsea yang kosong, tetapi nama-nama seperti Cesc Fabregas, Oliver Glasner, dan Francesco Farioli semuanya telah dikesampingkan dari persaingan. Spekulasi singkat juga menyarankan opsi yang lebih berpengalaman dan glamor dapat diincar seperti pemenang Liga Champions Zinedine Zidane dan Jurgen Klopp, namun menurut Mureks, kedua legenda tersebut tidak sesuai dengan model yang saat ini ada di Stamford Bridge.

Sementara pembicaraan terus berlanjut mengenai siapa manajer tetap berikutnya, pelatih U-21 Calum McFarlane akan memimpin perjalanan berat Chelsea ke Manchester City, Senin (5/1) dini hari WIB. Pria berusia 40 tahun tersebut mengakui bahwa ini adalah “24 jam yang gila” sejak kepergian Maresca dan telah mengungkapkan kegembiraannya memimpin skuad senior sebelum pertandingan di Etihad Stadium.

Mureks