Olahraga

Pep Guardiola: “Chelsea Kehilangan Manajer dan Pribadi Luar Biasa” Setelah Pecat Enzo Maresca

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan kekecewaannya atas keputusan Chelsea memecat Enzo Maresca. Menurut Guardiola, The Blues telah kehilangan sosok manajer dan pribadi yang luar biasa.

Guardiola Heran dengan Keputusan Chelsea

Guardiola mengungkapkan keheranannya terkait keputusan manajemen Chelsea tersebut. Ia menilai, kepergian Maresca adalah kerugian besar bagi klub London Barat.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah Chelsea, menurut sudut pandang saya, telah kehilangan manajer dan pribadi yang luar biasa,” ujar Guardiola, seperti dilansir ESPN FC.

Kendati menyesalkan, Guardiola mengaku tidak dapat berbuat banyak karena itu adalah keputusan internal hierarki Chelsea. Ia juga tidak terkejut dengan dinamika semacam ini di dunia sepak bola, bahkan merasa beruntung dengan posisinya di klub saat ini.

“Ini adalah keputusan dari hierarki Chelsea, jadi saya tak bisa berkata apa-apa. Di sepak bola? Keputusan mengejutkan? Tidak. Itu malah menegaskan betapa beruntungnya saya di klub saya saat ini,” kata Guardiola.

Keretakan Hubungan dan Hasil Buruk Jadi Pemicu

Chelsea secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Maresca pada Kamis (1/1/2026). Dalam pernyataan resminya, kedua belah pihak sepakat bahwa klub memerlukan perubahan untuk kembali ke jalur yang tepat di sisa musim 2025/26.

Mureks mencatat bahwa kepergian Maresca ini juga diwarnai isu keretakan hubungan antara dirinya dan manajemen klub. Selain itu, performa di lapangan juga menjadi sorotan, di mana Chelsea hanya mampu meraih satu kemenangan dalam tujuh laga terakhir di liga.

Kehilangan Sosok Pembawa Trofi

Terlepas dari berbagai alasan di balik pemecatan tersebut, kepergian Maresca menjadi pukulan telak bagi Chelsea. Pasalnya, mantan asisten Guardiola di Manchester City ini berhasil mengakhiri puasa gelar Chelsea selama tiga tahun.

Pada musim 2024/25, Enzo Maresca sukses mempersembahkan dua trofi sekaligus, yakni Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Prestasi gemilang ini membuat kepergiannya menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.

Mureks