Awal tahun 2026 menjadi periode penuh tantangan bagi aktris Richa Novisha. Di tengah euforia pergantian tahun, Richa harus menghadapi kenyataan pahit setelah kepergian sang suami tercinta, Gary Iskak, yang berpulang pada 29 November 2025 lalu. Duka mendalam menyelimuti, namun Richa berupaya menata kembali hidupnya demi anak-anak.
Dalam sebuah kesempatan di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Senin, 5 Januari 2026, Richa Novisha membuka isi hatinya mengenai perjuangannya berdamai dengan takdir. Ia menyadari bahwa kehidupan harus terus berjalan, meskipun rasa kehilangan masih begitu kuat. Dengan ketegaran, Richa mengaku hanya bisa berserah diri kepada Tuhan.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Perjuangan Richa Novisha Setelah Kepergian Gary Iskak
“Iya, jalanin aja ya. Jalanin aja dengan Bismillah. Karena kan hidup harus berjalan terus. Terus, aku juga harus berjuang buat anak-anak pastinya. Jadi, harus jalanin aja, Bismillah. Apapun itu kita jalanin, ikutin alurnya Allah gimana, dan pesan Almarhum juga harus jaga anak-anak juga,” ungkap Richa, menggarisbawahi komitmennya untuk anak-anak.
Meski berusaha tampil kuat, Richa tak menampik bahwa kesedihan kerap menghampiri. Kehilangan pasangan hidup, apalagi yang terjadi begitu cepat, bukanlah hal mudah. Namun, menurut Mureks, Richa telah mencapai fase penerimaan, walau terkadang rasa berat itu masih datang.
“Ya sedih lah, itu udah pasti sedih lah. Cuma ya, ya udah, karena kan aku udah di fase yang sudah ikhlas, sudah bisa menerima. Walaupun terkadang masih berat, tapi tetap…Jadi harus apapun itu di depan aku harus aku hadapi. Itu aja,” ujarnya, menunjukkan keteguhan hatinya.
Rindu Mendalam dan Kehadiran Tak Terduga
Seiring waktu berjalan, rasa rindu terhadap mendiang Gary justru semakin terasa. Richa mengungkapkan bahwa banyak hal kecil kini terasa begitu besar maknanya. Kebiasaan sederhana sebelum tidur, obrolan hangat, hingga momen kebersamaan bersama anak-anak menjadi kenangan yang terus terulang di benaknya.
“Pasti lah. Every day, every night. Apalagi setiap malam sebelum kita tidur tuh, sebelum kita tidur pasti ada obrolan. ‘Tahu enggak sih, Ayah tuh suka gini loh, kalau Ayah tuh suka gini nih.’ Kalau misalnya Bunda lagi ngapain tiba-tiba Ayah marah, gitu-gitu. Bisa ada obrolan kayak deep talk gitu sama anak-anak. Kita tidur masih bareng-bareng. Itu aja sih paling, tiba-tiba kangen,” kenang Richa dengan suara bergetar.
Tak hanya kenangan, Richa juga mengalami momen emosional yang tak terduga. Beberapa hari setelah kepergian Gary, ia mengaku sempat mencium wangi khas mendiang suaminya. Pengalaman ini menambah dimensi spiritual dalam proses dukanya, seolah merasakan kehadiran Gary yang masih “menggodanya” dari alam berbeda.






