Paris Saint-Germain (PSG) berhasil merengkuh gelar juara Piala Super Prancis 2026 setelah menaklukkan rival abadi mereka, Olympique Marseille, melalui drama adu penalti yang menegangkan. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Ardiya, Kuwait, pada Kamis malam waktu setempat, berakhir imbang 2-2 di waktu normal sebelum PSG unggul 4-1 dalam babak tos-tosan.
Pelatih PSG, Luis Enrique, tidak menyembunyikan kebahagiaannya sekaligus menyanjung semangat juang tim asuhannya. Ia mengakui bahwa Marseille memberikan perlawanan yang sangat sulit, membuat timnya tidak bisa bermain seperti biasanya.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Enrique: “Adu Penalti Sedikit Membawa Keberuntungan”
“Kami bertarung hingga menit terakhir, dan saya pikir pada akhirnya, adu penalti sedikit membawa keberuntungan bagi kami! Kami sangat senang, tim sangat senang, dan ini penting bagi para pendukung kami. Pertandingan ini sulit,” ungkap Enrique, dikutip dari laman resmi klub, Jumat (9/1).
Juru taktik asal Spanyol itu menambahkan, laga tersebut benar-benar menjadi ujian berat bagi Vitinha dan rekan-rekannya. Kemampuan PSG untuk menyamakan kedudukan setelah sempat tertinggal, menurut Enrique, menunjukkan karakter dan mentalitas pantang menyerah yang dimiliki tim hingga detik terakhir.
Mureks mencatat bahwa kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan mental para pemain PSG dalam menghadapi tekanan tinggi di laga krusial.
Gonçalo Ramos Jadi Sorotan
Secara khusus, Enrique memberikan apresiasi tinggi kepada salah satu penyerangnya, Gonçalo Ramos. “Saya harus mengucapkan selamat kepada para pemain saya, terutama Gonçalo Ramos karena dia seorang pejuang. Dia selalu siap: bermain satu menit, dua menit… dia siap. Dia seorang pejuang dan kami sangat senang memiliki Gonçalo bersama kami,” jelas Enrique.
Dalam pertandingan penuh drama tersebut, gol-gol PSG dicetak oleh Ousmane Dembele dan Gonçalo Ramos. Sementara itu, Marseille berhasil membalas melalui Mason Greenwood serta Willian Pacho. Kemenangan adu penalti 4-1 memastikan trofi Piala Super Prancis kembali ke Paris.






