Gelombang demonstrasi besar-besaran melanda sejumlah kota di Amerika Serikat (AS) pada Jumat (9/1/2026), menyusul insiden penembakan fatal terhadap Renee Nicole Good, seorang ibu tiga anak, oleh seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).
Unjuk rasa yang berpusat di Denver, Colorado, ini mengecam keras peningkatan penegakan hukum imigrasi yang agresif. Para demonstran berkumpul sambil membawa poster tuntutan keadilan dan menyuarakan reformasi total pada protokol penggunaan senjata api oleh aparat penegak hukum.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Tragedi yang memicu kemarahan publik ini terjadi di Minneapolis, wilayah Midwest, Minnesota. Renee Nicole Good meregang nyawa setelah seorang agen imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump melepaskan tiga tembakan persis di depan mobilnya pada Rabu waktu setempat.
Pemerintahan Trump dengan cepat mengklaim kematian Good sebagai tindakan membela diri dari aparat. Namun, otoritas lokal dan sejumlah saksi mata membantah pernyataan tersebut, bahkan menyertakan bukti rekaman video yang beredar luas.
Menurut pantauan Mureks, gelombang solidaritas atas tragedi ini telah menyebar ke kota-kota besar lainnya di AS, termasuk New York dan Washington, sebagai bentuk penolakan terhadap operasi imigrasi yang dinilai terlalu agresif.
Kematian Renee Nicole Good tidak hanya memicu demonstrasi di berbagai kota, tetapi juga menggerakkan dukungan finansial yang signifikan. Lebih dari US$800.000 atau sekitar Rp 13 miliar telah terkumpul untuk mendukung keluarga korban yang ditinggalkan.






