Militer Suriah mengklaim telah berhasil menguasai lingkungan Sheikh Maksoud di Aleppo, menyusul runtuhnya kesepakatan dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Klaim ini muncul setelah anggota pasukan keamanan umum Suriah terlihat berpatroli di wilayah tersebut pada Sabtu (10/1/2026), seperti yang terekam dalam foto-foto internasional.
Namun, klaim penguasaan penuh ini segera dibantah oleh pasukan Kurdi. Mereka menyatakan bahwa perlawanan masih terus berlangsung dan pemerintah Suriah belum sepenuhnya merebut Sheikh Maksoud.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Situasi di Sheikh Maksoud
Dalam pantauan Mureks, patroli bersenjata oleh militer Suriah di Sheikh Maksoud dilakukan setelah mereka menyatakan kontrol atas area tersebut. Selain patroli, militer Suriah juga dilaporkan melakukan evakuasi terhadap warga yang mengungsi dari lingkungan tersebut, mengindikasikan upaya untuk menormalisasi kondisi pasca-pengambilalihan.
Jika pengambilalihan Sheikh Maksoud ini benar-benar terjadi, hal tersebut akan mengakhiri kendali Kurdi atas kantong-kantong wilayah Aleppo yang telah mereka kuasai sejak perang Suriah meletus pada tahun 2011. Wilayah ini telah menjadi salah satu titik konflik utama selama 14 tahun perang, di mana pemerintah Suriah menghadapi perlawanan dari pasukan Kurdi yang didukung oleh kelompok-kelompok Islamis.
Meskipun demikian, pasukan Kurdi masih mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah timur laut Suriah. Di sana, mereka menjalankan zona semi-otonom yang menjadi basis kekuatan mereka di tengah konflik berkepanjangan di negara tersebut.






