Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa sebanyak 12 kabupaten/kota di Sumatra yang terdampak bencana masih menghadapi gangguan serius pada layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kondisi ini terjadi meskipun persoalan pemenuhan air bersih telah menjadi atensi khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan situasi tersebut dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (2/1/2026). Menurut Abdul Muhari, dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak, 12 di antaranya masih mengalami kendala. “Sebanyak 12 dari 18 kabupaten/kota masih mengalami gangguan layanan PADM, mulai dari suplai yang terbatas, jaringan rusak total, hingga distribusi yang hanya mengandalkan sumber alternatif,” ujarnya.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kerusakan jaringan PDAM dilaporkan cukup parah di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Abdul Muhari menambahkan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada jaringan pipa, melainkan juga pada sumber air di beberapa titik. “Sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk recover 100%. Meskipun penggantian pipa juga terus dilakukan,” jelasnya.
Mureks mencatat bahwa beberapa daerah telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan layanan air bersih, antara lain Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Besar, Pidie, Langsa, dan Aceh Singkil. Untuk penanganan jangka pendek, BNPB bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta TNI-Polri tengah gencar membangun sumur bor di berbagai lokasi.
Upaya Pemulihan dan Dukungan Logistik
Selain pembangunan sumur bor, dukungan logistik juga diberikan berupa mobil penjernih air, toren air, dan distribusi air menggunakan mobil tangki. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pembangunan sumur bor meliputi 10 titik di Aceh Utara, serta 24 titik di Aceh Tamiang yang dikerjakan oleh BNPB dan TNI AD.
- Pusterad (Pusat Teritorial Angkatan Darat) membangun 6 sumur bor di 6 titik di Kabupaten Aceh Tamiang.
- Polri telah membangun 146 titik sumur bor.
- Direktorat Jenderal Sumber Daya Air membangun 12 titik di Aceh Tamiang.
- Kodam IM membangun 121 titik sumur bor.
Tidak hanya fokus pada permasalahan air bersih, BNPB juga mengabarkan telah melakukan pemasangan tenda pleton. Tenda-tenda ini akan difungsikan sebagai ruangan sementara untuk kegiatan belajar mengajar, mengingat sekolah akan kembali beroperasi pada Senin (5/1/2026).
Abdul Muhari memastikan bahwa proses pembersihan dan pengkondisian gedung sekolah terus dilakukan bersama personel TNI. “kita sudah siapkan tenda untuk sebagai tempat atau ruangan sementara proses belajar mengajar di awal minggu depan,” pungkasnya, menegaskan komitmen untuk memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah upaya pemulihan pascabencana.






