Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan sejumlah pakar geopolitik yang memprediksi Indonesia berpotensi menjadi negara terkaya keempat di dunia. Potensi besar ini, menurut Prabowo, didasari oleh kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah di Tanah Air.
Namun, Prabowo menekankan bahwa potensi tersebut tidak akan terwujud tanpa syarat-syarat krusial. Dua poin utama yang disoroti adalah pengelolaan SDA secara optimal dan persatuan di kalangan elite politik demi kemajuan bangsa.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
“Jadi saudara-saudara kita yang saya katakan tadi pakar-pakar geopolitik mengatakan bangsa Indonesia ini akan menjadi bangsa terkaya keempat terkaya di dunia,” ujar Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Jakarta, pada Senin, 5 Januari 2026. Pernyataan ini dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ia melanjutkan, “Tapi ada ada syaratnya, syaratnya apa? syaratnya adalah apabila bangsa Indonesia bisa bersatu. Syaratnya apa? terutama apabila elitnya bisa bekerja sama.” Mureks mencatat bahwa pernyataan Presiden Prabowo ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara potensi kekayaan alam dan stabilitas politik untuk mencapai visi tersebut.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa kebanggaan terhadap kekayaan SDA tidak boleh hanya sebatas klaim semata. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana kekayaan tersebut dapat dijaga dan dikelola secara efektif agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Ini harus kita akui saudara-saudara jangan kita bangga dengan hanya kata-kata kaya, produksi ini, milik itu, tidak. Kita harus sekarang berjuang agar kekayaan itu benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya, seraya menyatakan keyakinannya bahwa dengan menyelesaikan tantangan tersebut, Indonesia akan menjadi negara yang makmur.






