Pulau Sembur di Kepulauan Riau kini tak lagi gelap gulita. Kehadiran pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) offgrid yang dibangun Pertamina New & Renewable Energy (NRE) telah membuka akses energi yang selama puluhan tahun menjadi dambaan masyarakat setempat. Listrik berbasis energi bersih ini tidak hanya menopang aktivitas sosial, tetapi juga secara bertahap menggerakkan roda perekonomian warga pulau yang berjarak sekitar satu jam perjalanan kapal dari Singapura tersebut.
Pertamina NRE membangun PLTS offgrid berkapasitas 400 kilowatt peak (kWp) lengkap dengan baterai 1 megawatt hour (MWh) sebagai proyek percontohan. Fasilitas ini nantinya akan dikelola oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih Galang Baru. Selain proyek utama tersebut, Pertamina NRE juga menyalurkan bantuan PLTS berkapasitas 3,8 kWp yang dilengkapi baterai 5 kilowatt hour (kWh) untuk memenuhi kebutuhan listrik masjid dan sekolah di Kelurahan Galang Baru, Pulau Sembur.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Energi Surya Terangi Ibadah dan Pendidikan
Akses listrik menjadi faktor krusial dalam menunjang aktivitas harian warga, mulai dari waktu belajar anak-anak hingga pelaksanaan ibadah. Kehadiran PLTS di fasilitas umum tersebut diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi proses belajar mengajar serta kegiatan keagamaan masyarakat setempat.
Ketua RW Pulau Sembur, Abu, menyampaikan bahwa bantuan listrik tenaga surya membawa perubahan nyata bagi kehidupan warga. Mureks mencatat bahwa antusiasme warga sangat tinggi terhadap program ini.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan dari Pertamina NRE. Listrik tenaga surya ini sangat membantu masjid, sekolah, dan nelayan kami. Anak-anak juga senang menerima perlengkapan sekolah. Semoga bantuan ini membawa kebaikan dan kemajuan bagi Pulau Sembur ke depannya,” ujar Abu, Kamis (8/1/2026).
Dukungan Nyata bagi Nelayan dan Ekonomi Lokal
Pemanfaatan energi surya juga menyasar sektor perikanan, yang merupakan sumber utama penghidupan warga Pulau Sembur. Sebanyak 20 unit PLTS berkapasitas masing-masing 150 watt dipasang di 20 kapal nelayan untuk mendukung penerangan saat melaut pada malam hari. Dengan pencahayaan yang lebih andal, nelayan dapat bekerja dengan lebih aman dan efisien, terutama saat berlayar pada malam hingga dini hari. Dukungan ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap produktivitas dan keselamatan kerja nelayan.
Pjs Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan transisi energi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pertamina NRE percaya bahwa transisi energi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui pemanfaatan energi surya di Pulau Sembur, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat energi bersih yang berkelanjutan, sekaligus mendorong aktivitas sosial dan peningkatan ekonomi lokal,” kata Rika.
Selain infrastruktur energi, Pertamina NRE juga menyalurkan paket kebutuhan sekolah bagi seluruh anak tingkat TK dan SD di Pulau Sembur. Bantuan ini diharapkan mendukung keberlanjutan pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar generasi muda di wilayah kepulauan tersebut.
Melalui pengembangan energi baru dan terbarukan yang disertai pemberdayaan masyarakat, kehadiran listrik surya di Pulau Sembur menunjukkan bahwa akses energi bersih dapat menjangkau wilayah terpencil dan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup serta aktivitas ekonomi lokal.






