Tim SAR gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, tengah melakukan pencarian terhadap seorang petani bernama Hasan (63) yang dilaporkan hilang setelah diserang buaya di Sungai Peunaron.
Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, saat korban bersama dua kerabatnya menaiki sampan di sungai tersebut.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kronologi Serangan Buaya
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, menjelaskan bahwa Hasan, warga Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, dilaporkan hilang setelah sampan yang ditumpanginya diserang buaya. “Hasan dilaporkan hilang di sungai saat sampan ditumpanginya diserang buaya pada Sabtu (3/1), sekira pukul 16.00 WIB. Sedangkan dua orang lainnya selamat,” ujar Afifullah di Aceh Timur, Minggu (4/1).
Kejadian bermula ketika Hasan bersama anak dan keponakannya, Ali dan Umar, menaiki sampan di Sungai DK-1 Dusun Dataran Indah, Gampong Peunaron Baru. Tiba-tiba, sampan mereka diserang buaya hingga terbalik. Ali dan Umar berhasil menyelamatkan diri dan keluar dari sungai di pedalaman Aceh Timur tersebut.
“Korban selamat dilaporkan tidak mengalami cedera. Namun, keduanya terasa trauma dan butuh istirahat setelah tercebur ke sungai dan berhasil menyelamatkan diri dari serangan buaya,” tambah Afifullah.
Menurut penuturan Ali, ia sempat melihat ayahnya, Hasan, diterkam buaya dan ditenggelamkan ke dasar sungai. Insiden ini kemudian dilaporkan kepada pihak pemerintah kecamatan setempat, yang selanjutnya meneruskan informasi ke BPBD Kabupaten Aceh Timur.
Upaya Pencarian Korban
Menanggapi laporan tersebut, tim BPBD segera mengerahkan personel untuk mencari korban. Mureks mencatat bahwa upaya pencarian melibatkan tim SAR dan Satgas BPBD yang menyisir sungai, baik di air maupun daratan.
“Tim SAR dan Satgas BPBD masih mencari korban dengan menyisir sungai, baik di air maupun daratan. Tentunya semua berharap korban segera ditemukan,” kata Afifullah, menegaskan komitmen tim dalam menemukan Hasan.






