Investor Salesforce (NYSE:CRM) kembali menunjukkan antusiasme tinggi menyusul peningkatan adopsi produk “Agentic AI” mereka, Agentforce. Namun, di tengah euforia tersebut, seorang analis veteran mengingatkan agar investor mencermati lebih dalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Antusiasme Investor dan Pertumbuhan Agentforce
Produk kecerdasan buatan generatif Salesforce, Agentforce, dilaporkan mengalami pertumbuhan adopsi yang pesat. Fenomena ini memicu gelombang optimisme di kalangan investor, mendorong mereka untuk kembali bertaruh besar pada saham CRM.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Virginia Backaitis, seorang reporter teknologi perusahaan dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, menyoroti bahwa meskipun pertumbuhan Agentforce cepat, produk ini masih berasal dari basis yang kecil dan belum terbukti secara menyeluruh. Ia menyarankan investor untuk memperhatikan beberapa hal penting sebelum berinvestasi.
Analisis Valuasi dan Dampak Transformasi
Menurut pantauan Mureks, Agentforce dan Data 360, dua produk kunci Salesforce, secara gabungan hanya menyumbang sekitar $1,4 miliar dalam Pendapatan Berulang Tahunan (ARR). Angka ini kurang dari 3,5% dari total pendapatan Salesforce, menimbulkan pertanyaan serius mengenai dampak transformatif produk-produk tersebut terhadap keseluruhan bisnis perusahaan.
Valuasi premium Salesforce saat ini, menurut Backaitis, belum sepenuhnya dapat dibenarkan oleh kontribusi Agentforce yang masih relatif kecil dan belum teruji. Peringkat “Hold” diberikan untuk saham CRM, mengindikasikan perlunya kehati-hatian.
Strategi Penguncian Pelanggan dan Risiko
Salesforce juga diketahui menerapkan strategi “penguncian” pelanggan melalui biaya API dan integrasi yang lebih tinggi. Meskipun langkah ini berpotensi meningkatkan margin keuntungan perusahaan, Mureks mencatat bahwa strategi ini juga berisiko menimbulkan ketidakpuasan pelanggan dan mengurangi fleksibilitas mereka dalam memilih solusi lain.
Kinerja Kuartal Ketiga dan Ketidakpastian AI
Meski Salesforce menunjukkan eksekusi yang kuat pada kuartal ketiga dan menaikkan panduan keuangannya, monetisasi Agentforce, pengembalian investasi (ROI), dan kemampuan AI sebenarnya masih diselimuti ketidakpastian. Hal ini meredam optimisme jangka pendek terhadap prospek produk tersebut.
Investor disarankan untuk tidak hanya terpukau pada angka adopsi yang meningkat, melainkan juga mempertimbangkan fondasi yang belum kokoh serta potensi risiko yang menyertai investasi pada saham Salesforce.






