Internasional

Pertamina: “Tidak Terdapat Dampak” pada Aset Migas di Venezuela Meski Situasi Politik Memanas

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kekhawatiran di kalangan investor asing, khususnya terkait keberlangsungan investasi di negara tersebut. Situasi ini juga menjadi perhatian bagi Indonesia, mengingat PT Pertamina (Persero) memiliki aset migas di Venezuela.

Aset migas Pertamina di Venezuela dikelola di bawah Maurel & Prom (M&P), di mana 71,09% sahamnya dimiliki oleh PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP). Menanggapi perkembangan situasi terkini, Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada dampak signifikan terhadap aset maupun operasional perusahaan di Venezuela.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Dhaneswari dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).

Menurut Dhaneswari, pihaknya terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap perkembangan situasi geopolitik dan keamanan di Venezuela. Selain itu, koordinasi berkelanjutan juga dijalin dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian perusahaan.

“Serta menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional,” tambahnya.

Mureks mencatat bahwa melalui kepemilikan tidak langsung di Maurel & Prom, Pertamina memiliki pengelolaan pada beberapa lapangan minyak di Venezuela. Di antaranya adalah Petroregional (Urdaneta West), di mana perusahaan memegang 50% saham dengan tingkat produksi sekitar 40% (setara 32% secara neto bagi M&P). Selain itu, terdapat aset di Lagopetrol (Block 70/80), di mana M&P memiliki 10% kepemilikan melalui Integra, dengan produksi sekitar 26,35% (sekitar 2,635% secara neto bagi M&P).

Mureks