Keuangan

Pertamina Pastikan 97 Persen SPBU Aceh Pulih, Sumbar dan Sumut Kembali Normal 100 Persen

PT Pertamina (Persero) mengumumkan bahwa penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak bencana di Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Barat (Sumbar), dan Sumatra Utara (Sumut), telah berangsur membaik. Per Jumat, 9 Januari 2026, pemulihan SPBU di Aceh mencapai 97 persen, sementara Sumbar dan Sumut telah kembali normal 100 persen.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa dari total 156 SPBU di Aceh, 151 di antaranya sudah beroperasi normal. Keterbatasan akses pasca-bencana menjadi penyebab lima SPBU lainnya belum sepenuhnya pulih.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

“Kenapa ada yang masih belum? Karena memang akses ke sana masih ada yang terbatas, ke SPBU tersebut,” ujar Arya dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Graha BNPB, Jakarta.

Meskipun demikian, Pertamina mengoptimalkan distribusi BBM melalui SPBU di sekitar area yang masih terbatas aksesnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan bahan bakar di seluruh wilayah Aceh tetap aman.

“Kami melaksanakan penguatan di SPBU yang berada di sekitarnya. Jadi artinya untuk pasokan, insya Allah ini sudah bisa kembali normal,” tambah Arya.

Akses distribusi dari Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe menuju beberapa wilayah seperti Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie, Kuta Blang, hingga Meureudu, kini sudah dapat dilalui. Namun, kondisi belum sepenuhnya normal karena masih ada banyak keterbatasan.

“Artinya ini sebagai berita positif, bahwa semua akses menuju ke tempat tersebut sudah bisa dilalui, namun belum bisa normal, karena masih ada banyak keterbatasan, sehingga kami menggunakan armada yang maksimal bisa membawa 8.000 KL,” papar Arya.

Sementara itu, kondisi distribusi BBM di Sumatra Utara dilaporkan telah pulih 100 persen. Meskipun beberapa akses masih terputus, Pertamina melakukan pengalihan pasokan dari terminal lain untuk menjaga kelancaran distribusi.

Menurut pantauan Mureks, untuk wilayah Sibolga, suplai BBM didukung dari Terminal Dumai, kemudian Siantar, dan Teluk Kabung. Pertamina memperkuat distribusi dengan menopang dari wilayah sekitar.

“Untuk wilayah Sibolga, suplai didukung dari Terminal Dumai, kemudian Siantar, dan Teluk Kabung. Distribusi kami perkuat dengan menopang dari wilayah sekitar,” jelas Arya. Sumatra Utara sendiri memiliki 17 terminal BBM dan 7 stasiun pengisian LPG yang menjadi tulang punggung distribusi energi di provinsi tersebut.

Serupa dengan Sumatra Utara, wilayah Sumatra Barat juga telah mencapai pemulihan 100 persen untuk seluruh SPBU-nya.

“Artinya Sumatera Utara dan Sumatera Barat insya Allah sudah bisa berjalan dengan normal,” pungkas Arya, menegaskan optimisme Pertamina terhadap kondisi pasokan energi di kedua provinsi tersebut.

Mureks