Jumat, 09 Januari 2026 – Bagi para penggemar RPG yang baru memulai petualangan di Divinity: Original Sin 2 (DOS2) pada tahun 2026, setelah sebelumnya menikmati Baldur’s Gate 3 (BG3), ada sebuah pengalaman yang mungkin terasa familiar. Penulis, yang telah menghabiskan 41 jam dalam dunia fantasi DOS2, menemukan dirinya berada dalam dilema yang tidak terduga: penyesalan mendalam karena memilih karakter orisinal.
Keputusan untuk menciptakan karakter sendiri—entah itu seorang battlemage yang mahir sihir atau ranger dengan panah beracun—awalnya terasa sebagai pilihan yang tepat, terutama setelah pengalaman positif dengan karakter kustom seperti Dark Urge di BG3. Namun, perbedaan mendasar dalam mekanisme RPG antara kedua game besutan Larian Studios ini mulai terasa. Menurut penulis, membangun karakter di DOS2 terasa sangat berbeda, dan ia menyadari bahwa keputusannya untuk tidak memilih karakter origin (asli) adalah sebuah kesalahan besar yang mengorbankan sebagian besar cerita game.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Terjebak Spoiler dan Dilema Moral
Titik balik penyesalan ini dimulai ketika penulis secara tidak sengaja terpapar spoiler dari Google AI. Saat mencari informasi tentang rekan-rekan seperjalanan di DOS2—setelah menemukan Fane, The Red Prince, dan Sebille—ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit: semua rekan yang tidak direkrut ke dalam tim pada titik tertentu akan mati. Dengan batasan empat anggota dalam satu tim, ini berarti tiga dari enam karakter pendamping yang menarik akan menemui ajalnya.
Fakta ini, yang didapatkan melalui metagaming, menghancurkan antusiasme penulis. Ia merasa kehilangan semangat untuk mengenal lebih jauh karakter-karakter seperti Beast, Ifan ben-Mezd, dan Lohse, yang sebelumnya telah ia dengar kehebatannya dari komunitas Reddit. Mureks mencatat bahwa informasi ini menimbulkan rasa bersalah yang luar biasa, terutama saat harus menolak Ifan yang mencoba bergabung, meskipun ia telah menginvestasikan banyak waktu dan upaya pada tiga rekan tim yang sudah ada.
Karakter Orisinal yang Kehilangan Jati Diri
Penulis merasa bahwa keputusannya untuk menciptakan karakter orisinal telah merampas kesempatan untuk menjelajahi narasi yang lebih dalam. Alih-alih protagonis dengan latar belakang yang kaya, taruhan pribadi, dan kisah yang terjalin erat dengan dunia game, ia justru terjebak dengan karakter “Gadis Sangat Istimewa” yang hanya salah satu dari empat Godwoken dalam perjalanan menuju keilahian.
Perbandingan dengan Baldur’s Gate 3 semakin memperkuat penyesalan ini. Di BG3, karakter Dark Urge, meskipun memiliki latar belakangnya sendiri, tetap memungkinkan pemain untuk mengakses semua kisah rekan tim. Ini membuat karakter orisinal di BG3 terasa lebih fleksibel dan tidak mengorbankan kedalaman naratif. Sebaliknya, karakter origin di DOS2 memiliki fleksibilitas yang lebih terbatas, dan memilih protagonis unik justru membuat pengalaman naratif terasa dangkal.
Sindrom Karakter Utama dan Rencana Masa Depan
Karakter Godwoken buatan penulis tidak terasa seperti karakter utama, melainkan memiliki “sindrom karakter utama” — mirip Meredith Grey dalam drama medis Grey’s Anatomy. Kisah-kisah rekan timnya justru jauh lebih menarik, dan investasi emosional penulis lebih tertuju pada mereka. Elemen roleplaying tidak datang dari insentif karakternya sendiri, melainkan dari motivasi para rekan tim.
Meskipun terkadang ia berpura-pura memilih Fane sebagai karakter origin, perspektifnya selalu dipaksa kembali ke karakter buatannya saat peristiwa plot utama terjadi. Kini, setelah mencapai Nameless Isle di Act 3, penulis merasa sudah terlalu jauh untuk kembali. Karakter necro-aerothurge elven cleric-nya akan mendapatkan keilahiannya, namun ia bertekad untuk memperbaiki kesalahan ini di playthrough kedua. Tentu saja, ia sudah merencanakan permainan kedua, dan kali ini, ia berencana untuk melakukannya dengan benar.
Larian Studios sendiri dikabarkan sedang mengembangkan game Divinity baru, yang sangat dinantikan oleh penulis, meskipun kemungkinan besar tidak akan diluncurkan pada tahun 2026.






