Hiburan

No Law: RPG Cyberpunk dari Neon Giant Tawarkan Kebebasan Narasi ‘Opt-in’ yang Unik

Sabtu, 10 Januari 2026, industri gim kembali dihebohkan dengan kehadiran judul baru yang menjanjikan terobosan. Sebuah role-playing game (RPG) berlatar dunia cyberpunk, “No Law”, menarik perhatian dengan konsep narasi “opt-in” yang diklaim akan memberikan pengalaman bermain yang sangat personal bagi setiap pemainnya. Catatan Mureks menunjukkan, pendekatan ini berpotensi mengubah cara pemain berinteraksi dengan alur cerita dalam genre RPG.

Dikembangkan oleh Neon Giant, studio asal Swedia yang didirikan delapan tahun lalu, “No Law” menempatkan pemain sebagai Grey Harker, seorang tentara bayaran di sebuah metropolis vigilante yang tengah menjalankan misi balas dendam. Meskipun Neon Giant dikenal dengan gim isometrik top-down, para pendiri studio, Arcade Berg dan Tor Frick, memiliki latar belakang dalam pengembangan gim first-person shooter (FPS) seperti Wolfenstein dan Gears of War.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Kebebasan Penuh dalam Narasi

Salah satu aspek paling menonjol dari “No Law” adalah kebebasan naratifnya. Arcade Berg menjelaskan visi mereka, “Jika 100 pemain memainkan gim ini, seharusnya ada 100 cerita pengguna yang berbeda.” Konsep ini memungkinkan pemain untuk secara radikal memengaruhi alur cerita sejak awal.

“Anda bisa menembak pemberi misi utama di awal gim, tetapi Anda tetap bisa menyelesaikannya,” ungkap Tor Frick, menyoroti tingkat agensi pemain yang belum banyak ditemukan. Ini berarti “No Law” memiliki awal dan akhir yang jelas, namun perjalanan di antaranya dan bagaimana pemain mencapai salah satu dari berbagai akhir sepenuhnya ditentukan oleh pilihan mereka.

Berg menambahkan bahwa tujuan mereka adalah “membuat gim untuk berbagai jenis pemain,” termasuk mereka yang mungkin kurang tertarik pada detail cerita. “Dan apa yang kami katakan kepada pemain adalah: itu tidak masalah sama sekali, dan Anda akan tetap mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Akan selalu menyenangkan hanya dengan menembak orang di wajah,” ujarnya.

Namun, bagi pemain yang ingin mendalami lebih jauh, “ada begitu banyak cerita dan pembangunan karakter serta hal-hal lain yang terjadi di dunia, tetapi itu selalu opt-in.” Pilihan dialog akan memiliki konsekuensi di kemudian hari, tetapi Neon Giant lebih tertarik pada bagaimana dunia gim merespons tindakan pemain secara logis.

Aksi Penuh Kekerasan yang Menyenangkan

Meskipun memiliki narasi yang mendalam, “No Law” tidak melupakan elemen aksi yang brutal namun menyenangkan. “Kekerasan dalam gim ini menyenangkan. Ini adalah hal di mana Anda menyeringai dan sedikit tertawa,” kata Berg. Ia menegaskan bahwa mereka tidak mengincar nuansa “gelap dan penuh kecemasan” yang sering melekat pada genre cyberpunk.

Tor Frick menggambarkan pengalaman bertarung, “Kami memiliki senjata yang keras dan bertenaga. Rasanya enak menembak seseorang di wajah.” Selain itu, pemain juga akan dilengkapi dengan “sepatu bot yang sangat kokoh untuk menendang orang dari atap dan sejenisnya,” serta “perangkat yang lebih eksotis” untuk menciptakan “kekacauan dan kehancuran maksimal.”

Dalam ringkasan Mureks, pendekatan ini menunjukkan upaya Neon Giant untuk menyeimbangkan kedalaman cerita dengan aksi yang memuaskan, menciptakan taman bermain aksi di tengah lanskap cyberpunk.

Dunia yang Intim dan Penuh Kontras

Berbeda dengan gambaran distopia cyberpunk yang suram, dunia “No Law” yang disebut Port Desire menawarkan kontras yang menarik. Peta gim ini lebih mengutamakan “kepadatan daripada skala,” menciptakan pengalaman petualangan aksi yang “intim.”

Frick menjelaskan, “Kami memiliki sinar matahari. Ada halaman-halaman yang nyaman dengan musik jazz. Ada seorang wanita tua yang tinggal di sana. Kami ingin suasana yang nyaman itu. Terkadang ini bukan hanya tentang distopia suram yang diambil alih oleh anak muda. Kami ingin memiliki berbagai macam emosi di kota.”

Berg menambahkan, “Kami membutuhkan dua ekstrem itu untuk memiliki kontras di dunia.” Pendekatan ini bertujuan untuk menghadirkan momen-momen kehangatan manusia dan keindahan di tengah narasi gritty cyberpunk, menjadikannya lebih optimis dari yang diharapkan.

Meskipun Grey Harker terlalu sibuk “menendang pantat” untuk urusan romansa, hubungan antar karakter tetap menjadi inti penting dalam “No Law”. Neon Giant berupaya membangun hubungan personal yang kuat, tidak hanya antara Harker dan karakter lain, tetapi juga di antara para antagonis. “Ini bukan sihir, ini sains, tetapi sangat penting bahwa kami menjelaskannya dengan benar,” tegas Frick, menekankan fondasi fiksi yang kuat untuk setiap elemen gameplay.

Dengan janji kebebasan eksplorasi, agensi pemain, dan konsekuensi pilihan yang signifikan, “No Law” siap menjadi salah satu RPG yang paling dinantikan pada tahun 2026. Tanggal rilis pasti masih belum diumumkan, namun gim ini telah berhasil menarik perhatian dengan visinya yang unik.

Mureks