Bagi para penggemar genre roguelike yang mendalam, nama Balatro mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, kini hadir sebuah alternatif menarik yang menjanjikan pengalaman serupa dengan sentuhan yang jauh berbeda: Chosen Garden. Game roguelike deckbuilder terbaru ini mengajak pemain untuk mengelola sebuah kebun ajaib, alih-alih setumpuk kartu, dengan segala tantangan dan pesonanya.
Dijadwalkan rilis pada Maret 2026, Chosen Garden telah menarik perhatian melalui versi demonya. Game ini menempatkan pemain sebagai pengelola kebun yang bertugas menanam berbagai jenis buah, sayuran, dan bunga. Tidak hanya itu, pemain juga dapat mengadopsi hewan-hewan lucu dan harus menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang muncul setiap tiga putaran, menambah lapisan strategi yang kompleks.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Mekanisme Gameplay yang Familiar namun Segar
Dalam Chosen Garden, pemain akan memulai dengan petak kebun berukuran 9×9. Setiap putaran, pemain memiliki jumlah giliran terbatas untuk memanen tanaman di zona panen berukuran 3×3, yang dapat diperluas secara bertahap. Tujuan utama setiap putaran adalah mencapai atau melampaui target poin yang telah ditentukan. Poin yang diperoleh dapat ditingkatkan melalui jenis tanaman yang ditanam, serta bonus dari hewan peliharaan dan peralatan yang dimiliki.
Catatan Mureks menunjukkan, Chosen Garden mengadopsi formula Balatro yang sukses, memungkinkan pemain yang sudah familiar dengan Balatro untuk cepat beradaptasi. Setiap tanaman memiliki keunikan tersendiri. Sebagai contoh:
- Ketika memanen Cherry Blossom, pemain dapat menambahkan petak-petak yang berdekatan ke zona panen.
- Memanen bunga liar (wild flower) akan memberikan bonus +5 Base atau +5 Mult.
Keberhasilan panen juga akan menghasilkan koin, yang dapat digunakan untuk membeli tanaman, peralatan, atau hewan baru di akhir setiap putaran, memperkaya strategi permainan.
Pengalaman Bermain yang Penuh Kejutan
Elie Gould, seorang penulis berita game, membagikan pengalamannya saat mencoba demo Chosen Garden. Dalam putaran kedua di peta ‘Zoo’, ia memulai dengan cukup santai, menanam comfort grass yang memberikan +4 Base atau +4 Mult saat dipanen, serta bayam yang menambahkan 0-12 Mult acak dan peluang kecil mendapatkan 20 koin. Ia bahkan berhasil menemukan naga mitos dan mengadopsi seekor anjing, menanam biji semangka, dan semuanya berjalan lancar hingga putaran keenam.
Namun, tantangan sesungguhnya muncul ketika kondisi cuaca buruk berupa badai pasir melanda. Pada putaran tersebut, panen pertama tidak akan memberikan skor. Gould mencoba strategi dengan memilih petak kecil 4×4 di sudut kanan atas untuk dipanen, mengira itu tidak akan terlalu merugikan. Sayangnya, ia tidak menyadari bahwa tanaman kacang polong (Pea plant) yang berada di zona panennya secara acak akan menambahkan tanaman langka dan tidak umum yang berdekatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, ke zona panen. Akibatnya, hampir setengah dari petak kebunnya ikut terpanen pada putaran yang tidak menghasilkan skor sama sekali.
Dengan hanya empat giliran tersisa dan setengah petak kebun yang sudah terpakai, Gould harus mengumpulkan 1000 poin. Sayangnya, ia gagal mencapai ambang batas poin, hanya kurang 300 poin, dan permainannya berakhir di sana. Pengalaman ini menegaskan sifat roguelike yang serba cepat dan penuh kejutan, di mana setiap kegagalan adalah pelajaran menuju ‘generasi’ permainan yang lebih baik.




