Lifestyle

Penting Diketahui, Ini 7 Hal Krusial yang Sering Terabaikan dan Bisa Menyebabkan Mandi Junub Tidak Sah

Bersuci merupakan pilar utama dalam Islam yang menjadi syarat sah berbagai ibadah, mulai dari salat hingga puasa. Salah satu bentuk bersuci yang wajib dilakukan dalam kondisi tertentu adalah mandi junub, sebuah ritual untuk menghilangkan hadas besar agar seorang muslim dapat kembali beribadah. Meskipun terlihat sederhana, pelaksanaan mandi junub memerlukan perhatian khusus terhadap rukun dan syaratnya. Kekeliruan dalam proses ini, menurut Mureks, dapat menyebabkan mandi junub tidak sah, sehingga ibadah yang dilakukan setelahnya pun berisiko tidak diterima.

Kewajiban mandi junub ini ditegaskan dalam firman Allah SWT pada surah Al-Ma’idah ayat 6:

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”

Memahami hal-hal yang dapat membatalkan atau merusak keabsahan mandi junub menjadi sangat krusial. Ini memastikan bahwa setiap ibadah yang dilakukan setelahnya benar-benar sah dan diterima di sisi Allah SWT.

Hal-hal yang Menyebabkan Mandi Junub Tidak Sah

Berikut adalah beberapa aspek penting yang dapat menyebabkan mandi junub menjadi tidak sah, sebagaimana dijelaskan dalam fikih Islam:

1. Mandi Junub Dilakukan Tanpa Niat

Niat merupakan syarat fundamental dalam setiap ibadah, termasuk mandi junub. Dalam buku Tuntunan Supermudah dan Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah yang disusun oleh Abd. Hamid dkk, ditegaskan bahwa mandi junub harus diawali dengan niat untuk mengangkat hadas besar. Keberadaan niat ini membedakan antara mandi biasa dengan mandi wajib yang bernilai ibadah.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niat, dan setiap orang akan memperoleh menurut apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari dan Muslim). Tanpa niat yang jelas, mandi junub tidak dapat dianggap sah karena tidak memenuhi syarat dasar ibadah. Adapun niat mandi junub yang benar adalah:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

2. Najis Masih Menempel di Tubuh

Salah satu ketentuan krusial dalam mandi junub adalah memastikan tubuh telah terbebas dari najis. Apabila masih terdapat najis yang menempel pada badan, najis tersebut wajib dibersihkan terlebih dahulu sebelum proses mandi junub dimulai. Menghilangkan najis merupakan langkah awal yang tak terpisahkan dari proses mandi wajib. Jika najis dibiarkan, tubuh belum sepenuhnya suci, sehingga mandi junub tidak dapat dinilai sah untuk mengangkat hadas besar.

3. Air Tidak Merata ke Seluruh Bagian Tubuh

Dalam pelaksanaan mandi junub, air wajib mengenai seluruh tubuh secara menyeluruh dan merata. Ini mencakup setiap bagian badan, mulai dari rambut, kulit kepala, hingga lipatan-lipatan tubuh yang tersembunyi. Apabila terdapat bagian tubuh yang tidak terkena air, meskipun hanya sebagian kecil, mandi junub tersebut dianggap tidak sah karena syarat perataan air tidak terpenuhi.

4. Rambut dan Kulit Kepala Tidak Terbasahi

Imam Ar-Rafi’i, dalam sumber yang sama, menegaskan bahwa dalam mandi junub, air harus membasahi seluruh rambut hingga ke kulit kepala. Setiap helai rambut termasuk bagian tubuh yang wajib terkena air. Jika rambut masih kering atau terdapat bagian rambut dan kulit kepala yang tidak terkena air, maka mandi junub dinilai belum sempurna dan tidak sah untuk mengangkat hadas besar.

5. Adanya Penghalang yang Menghalangi Air Menyentuh Kulit

Dalam kitab Fiqhul Islam karya Imam Syafi’i, dijelaskan bahwa air harus dapat menyentuh seluruh permukaan kulit tanpa terhalang apa pun. Keberadaan lapisan seperti cat, kuteks, minyak, lilin, atau kotoran yang mengeras dapat menghambat air mencapai kulit. Oleh karena itu, seluruh penghalang tersebut wajib dibersihkan terlebih dahulu. Mureks mencatat bahwa mandi junub tidak sah apabila air tidak membasuh tubuh secara sempurna karena adanya penghalang.

6. Menggunakan Air yang Tidak Suci

Kesucian air merupakan syarat mutlak dalam mandi junub. Air yang digunakan harus suci dan dapat menyucikan. Apabila air tersebut tercampur najis atau tidak memenuhi syarat kesucian, maka tidak dapat digunakan untuk mandi wajib. Penggunaan air yang tidak suci menyebabkan mandi junub menjadi tidak sah karena tidak mampu menghilangkan hadas besar sesuai ketentuan syariat.

7. Tidak Menyempurnakan Rukun Mandi Junub

Seluruh rukun dan syarat mandi junub harus dilaksanakan secara utuh dan berurutan. Mengabaikan salah satu di antaranya menyebabkan mandi junub tidak sah dan hadas besar tidak terangkat. Oleh sebab itu, memahami dan menjalankan setiap ketentuan mandi junub dengan benar menjadi hal yang sangat penting agar ibadah selanjutnya dapat dilakukan dalam keadaan suci dan diterima Allah SWT.

Mureks