Lifestyle

Melewati Tahun Baru Tanpa Ayah, Gilang Dirga: “Rindu Selalu Ada, Tapi Hidup Harus Terus Berjalan”

Awal tahun 2026 menjadi momen penuh duka bagi presenter dan komedian Gilang Dirga. Sang ayah tercinta, Wendi Indra, berpulang tepat di penghujung tahun 2025, meninggalkan luka mendalam yang masih sangat terasa, terutama bagi Gilang sebagai anak sulung.

Ditemui di rumah duka kawasan Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, kemarin, Gilang Dirga tak dapat menyembunyikan kesedihannya saat harus melewati pergantian tahun tanpa kehadiran sang ayah. “Ya pasti tidak mudah melewatinya, karena apa namanya kan saya anak pertama ya. Jadi ibaratnya kalau perbandingan dengan adik-adik yang lain tuh paling lama (bersama ayah). Dan biasanya kita kan kalau tahun baru itu setidaknya kumpul, muhasabah kadang-kadang ya, main kembang api. Ya memang jalannya harus begitu. Jadi memang berbeda sih tahun ini,” tutur Gilang, menjelaskan perasaannya.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Mureks mencatat, momen tahun baru selama ini selalu identik dengan kebersamaan keluarga besar. Hal ini dibenarkan oleh sang istri, Adiezty Firsa, yang menyebut bahwa keluarga mereka selalu menyempatkan diri untuk berkumpul jika tidak ada pekerjaan. “Biasanya begitu, kalau pas lagi nggak ada kerjaan kita pasti kumpul keluarga,” kata Adiezty.

Pada malam kedua di rumah duka, keluarga besar Gilang juga menggelar tahlilan bersama. Menurut Gilang, acara tersebut berlangsung secara sederhana dan dadakan. “Iya, tadi itu sebenarnya tahlilan juga agak sedikit dadakan sebetulnya. Karena kita kan penginnya keluarga sudah baca Yasin saja deh bareng-bareng, private gitu,” ungkap Gilang.

Adiezty Firsa menambahkan, keluarga besar dari luar kota juga turut berkumpul untuk memberikan dukungan. Tak hanya itu, perhatian hangat dari para tetangga turut membuat suasana tahlilan menjadi lebih akrab. “Alhamdulillah tadi tetangga juga perhatian sama kita, jadi mereka juga menawarkan diri untuk ikut serta. Ya akhirnya kita sempat tahlilan bareng, bukan hanya keluarga tapi juga tetangga dan kerabat,” imbuh Gilang.

Meski berusaha ikhlas menerima takdir, Gilang tak menampik bahwa rasa rindu kepada sang ayah akan selalu menyelimuti hatinya. “Iyalah, kalau rindu mah selalu. Tapi kan ya hidup kan begitu ya. Jadi ada yang pergi, ada yang ditinggalkan. Allah semua yang punya skenario, kita harus jalankan,” pungkasnya.

Mureks