Kesabaran para Madridista, sebutan untuk penggemar Real Madrid, tampaknya telah mencapai batasnya. Meskipun tim berhasil meraih kemenangan di Piala Super Spanyol, gelombang seruan agar klub segera menjual Vinicius Jr. semakin menguat di berbagai platform.
Kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid di semifinal Piala Super Spanyol, Sabtu (10/1/2026), seharusnya menjadi momen perayaan. Namun, di forum-forum penggemar dan media sosial, suasana justru dipenuhi kemarahan dan kekecewaan. Semua kritik tertuju pada satu nama: Vinicius Jr.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Kekecewaan Madridista Memuncak
Di bawah kepemimpinan pelatih Xabi Alonso, mesin Los Blancos secara keseluruhan berjalan lancar dan kompak. Namun, Vinicius kerap terlihat kurang harmonis. Penampilannya yang kurang memuaskan saat melawan Atletico di Jeddah dianggap sebagai ‘pukulan terakhir’ bagi para penggemar.
Catatan Mureks menunjukkan, statistik pasca-pertandingan mengungkapkan ‘ketidakberdayaan’ yang mengkhawatirkan dari bintang Brasil itu: 0 gol, 0 assist, 1 peluang emas yang terbuang, dan yang paling krusial, 13 kali kehilangan penguasaan bola. Alih-alih dribel memukau yang menjadi ciri khasnya, para penggemar justru melihat Vinicius yang kikuk, tidak efektif, dan mudah ditebak oleh lawan.
Menurut laporan Get Football News Spain, gelombang seruan untuk melepas Vinicius kini lebih kuat dari sebelumnya. Dengan sisa kontrak 18 bulan, banyak yang percaya bahwa Presiden Florentino Perez perlu mengambil tindakan pada tahun 2026 atau 2027 untuk mendapatkan kembali investasinya, daripada terus menaruh kepercayaan pada seorang bintang yang kariernya dinilai sedang menurun.
Statistik Buruk dan Kontroversi Simeone
Lebih jauh lagi, perdebatan Vinicius yang tidak masuk akal dengan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, semakin merusak citranya di mata para penggemar. Ketika Simeone dengan sinis berkomentar, “Perez akan mengusirmu,” kalimat itu, bagi banyak penggemar Real Madrid, terasa menyakitkan dan diam-diam diharapkan. Mereka membutuhkan pejuang yang fokus pada bola, bukan bintang yang hanya agresif tetapi tidak terlihat dalam hal keterampilan.
Tolak Chelsea, Negosiasi Kontrak Berlanjut
Di tengah desakan penjualan, Vinicius Junior diketahui menolak tawaran besar dari Chelsea. Menurut program El Chiringuito, Chelsea tidak mampu memenuhi tuntutan gaji Vinicius, yang dilaporkan setara dengan penghasilan Kylian Mbappe saat ini di Real Madrid. Bahkan jika Chelsea bersedia membayar biaya transfer sebesar €150 juta, kesepakatan tersebut tetap akan sulit diselesaikan.
Mureks merangkum, Marca melaporkan bahwa Vinicius awalnya menuntut gaji tetap hingga 20 juta euro per tahun, ditambah sekitar 10 juta euro dalam bentuk bonus berdasarkan prestasi individu dan tim. Namun, bintang Brasil itu kemudian menunjukkan niat baik kepada Real Madrid dengan menyetujui pengurangan gaji tetap tersebut menjadi di bawah 20 juta euro per tahun.
Ketertarikan Chelsea pada Vinicius muncul sekitar waktu manajer Enzo Maresca meninggalkan Stamford Bridge. Selama bertahun-tahun, The Blues tidak kekurangan ambisi dan bersedia mengeluarkan banyak uang, tetapi kasus VinÃcius menunjukkan bahwa mereka masih memiliki keterbatasan tertentu, terutama terkait dengan tagihan gaji mereka.
Dari sisi Real Madrid, manajemen klub tetap bertekad untuk mempertahankan VinÃcius. Mereka menganggapnya sebagai pemain kunci dalam proyek jangka panjang dan berharap dapat menyelesaikan kebuntuan kontrak secara definitif sebelum akhir musim ini.






