Tren

IHSG Catat Penguatan 2,16% Sepekan, Sentuh Rekor Baru 8.944 di Tengah Isu Geopolitik AS-Venezuela

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan perdagangan 5–9 Januari 2026 dengan performa impresif, mencatat penguatan signifikan dan ditutup di zona positif. Kinerja positif ini terjadi di tengah dinamika hubungan antara Venezuela dan Amerika Serikat yang sempat memanas.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berhasil menguat sebesar 2,16% secara mingguan. Indeks ditutup pada level 8.936,754, meningkat tajam dari posisi 8.748,132 pada penutupan pekan sebelumnya. Puncak performa terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, ketika IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.944,813. Tidak hanya itu, sehari setelahnya, indeks bahkan sempat menembus level psikologis 9.000 secara intraday, mencapai puncaknya di 9.002,92.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Aktivitas Transaksi dan Kapitalisasi Pasar Meningkat

Penguatan IHSG ini juga diiringi oleh peningkatan aktivitas transaksi yang signifikan di BEI. Catatan Mureks menunjukkan, rata-rata volume transaksi harian BEI melonjak 48,08%, mencapai 61,78 miliar lembar saham. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

  • Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 44,68%, mencapai Rp31,45 triliun dari sebelumnya Rp21,74 triliun.
  • Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 42,74%, mencatat 3,98 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar BEI turut merasakan dampak positif, mengalami kenaikan sebesar 1,79%. Total kapitalisasi pasar kini mencapai Rp16.301 triliun, meningkat dari Rp16.014 triliun pada sepekan sebelumnya.

Investor Asing Catat Beli Bersih

Partisipasi investor asing juga menunjukkan tren positif. Pada perdagangan terakhir pekan ini, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp2,56 triliun. Secara kumulatif, sepanjang tahun berjalan 2026, investor asing telah membukukan nilai beli bersih yang substansial, mencapai Rp3,1 triliun. Dalam ringkasan Mureks, aliran dana asing ini menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar modal domestik.

Mureks