Tren

Pemprov DKI Pangkas Anggaran Trotoar, Prioritaskan Konektivitas Simpul Transportasi Mulai 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memfokuskan pembangunan trotoar pada simpul-simpul transportasi publik mulai tahun 2026. Kebijakan ini diambil sebagai dampak langsung dari efisiensi anggaran yang diterapkan.

Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh. “Terkait dengan efisiensi anggaran. Akhirnya, keputusan yang diambil adalah pembangunan trotoar terutama di 2026 itu akan difokuskan kepada titik-titik simpul yang mendukung transportasi publik,” ujar Nirwono dalam Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026 “Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran” di Jakarta, Kamis (08/01/2026).

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Nirwono menambahkan, pembangunan trotoar juga mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk potensi penambahan kemacetan di suatu kawasan. Setelah melalui negosiasi dan evaluasi, disimpulkan bahwa tidak semua kawasan Jakarta harus dibangun trotoar secara bersamaan.

Prioritas Pembangunan Trotoar di Simpul Transportasi

Menurut Nirwono, salah satu contoh pembangunan trotoar yang dinilai berhasil pada tahun 2025 adalah di kawasan MRT Fatmawati. “Belajar dari 2025, dalam pandangan saya cukup bagus tentu adalah trotoar di MRT Fatmawati. Itu cukup terhubung dengan baik ya, meskipun dalam pembangunannya kita tahu Jalan TB Simatupang menjadi salah satu yang viral,” ucapnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI kini memprioritaskan pembangunan halte yang terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi publik, seperti halte Transjakarta, stasiun MRT, maupun LRT Jakarta. “Jadi, penentuan skala prioritas itu yang akhirnya diambil untuk menyiasati terutama efisiensi anggaran,” tegas Nirwono.

Mureks mencatat bahwa pada tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk membangun kembali trotoar dengan konsep Complete Street. Pembangunan ini terintegrasi dengan moda transportasi MRT, BRT, dan KRL.

Manfaat Konsep Complete Street

  • Mereduksi polutan udara.
  • Memitigasi suhu perkotaan.
  • Meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
  • Menambah keindahan visual.
  • Meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat.

Pada tahun 2025, empat lokasi utama penataan trotoar dan kelengkapannya meliputi:

  1. Kawasan Blok M (lanjutan), yaitu area Jalan Falatehan I dan Jalan Falatehan sisi Terminal Blok M.
  2. Jalan Mangga Besar Raya.
  3. Jalan Prof Dr Soepomo dan sekitarnya, meliputi Jalan Soepomo, sebagian Jalan Saharjo, dan Jalan Abdullah Syafei sisi utara sampai menuju Stasiun KA Tebet.
  4. Simpang Fatmawati, meliputi Jalan Fatmawati, sebagian Jalan TB Simatupang, dan Jalan RA Kartini.
Mureks