Tren

Pemprov DKI Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Tanpa Tutup Jalan, Anggarkan Rp100 Miliar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang-tiang monorel yang terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai pekan depan. Proses ini dipastikan akan berjalan tanpa penutupan jalan utama, dengan memanfaatkan skema kerja bertahap dan pengaturan lalu lintas yang ketat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, metode teknis khusus telah disiapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. Menurut pantauan Mureks, alat berat akan ditempatkan sepenuhnya di jalur lambat Jalan HR Rasuna Said sebagai area kerja utama. Sementara itu, jalur cepat akan tetap difungsikan agar aktivitas pemotongan dan pengangkatan struktur tidak mengganggu lalu lintas.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Pembongkaran setiap tiang monorel akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari bagian atas struktur. Metode ini dipilih untuk meminimalkan risiko jatuhnya material besar ke badan jalan dan menjaga keselamatan pengguna jalan. Setelah bagian atas dilepas, struktur tiang akan dipotong menjadi beberapa segmen menggunakan alat berat dan peralatan pemotong khusus. Potongan tersebut kemudian akan langsung diangkut keluar lokasi agar tidak menumpuk di area jalan.

Seluruh proses pembongkaran dijadwalkan berlangsung pada malam hari. Waktu ini dipilih karena volume lalu lintas di koridor Rasuna Said cenderung lebih rendah dibandingkan jam sibuk siang hari. Syafrin menyebut, pengaturan lalu lintas akan bersifat situasional selama pekerjaan berlangsung. Petugas Dishub dan kepolisian akan disiagakan di lapangan untuk mengatur pergerakan kendaraan jika terjadi kepadatan. “Alat berat berada di jalur lambat, jalur cepat tetap jalan, dan pengerjaan dilakukan malam hari agar dampaknya minimal,” ujar Syafrin di Balai Kota Jakarta.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta bertindak sebagai pelaksana utama pekerjaan pembongkaran ini. Seluruh proses administrasi dan koordinasi dengan PT Adhi Karya selaku pemilik aset monorel telah diselesaikan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menambahkan, jadwal pembongkaran telah dimajukan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta dan ditargetkan berjalan bertahap hingga seluruh tiang selesai dibongkar.

Secara keseluruhan, terdapat 98 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang koridor HR Rasuna Said. Pembongkaran dilakukan satu per satu untuk memastikan kontrol teknis dan keselamatan kerja tetap terjaga. Setelah seluruh tiang monorel dibongkar, pekerjaan akan langsung dilanjutkan dengan penataan ulang badan jalan dan trotoar sisi timur. Konsep jalur cepat dan jalur lambat akan dihapus dan diganti dengan desain jalan yang lebih seragam.

Penataan ini bertujuan agar sisi timur Rasuna Said memiliki kualitas jalan dan trotoar yang sama dengan sisi barat yang telah lebih dulu ditata. Pemerintah ingin menciptakan koridor jalan yang lebih rapi, aman, dan ramah pejalan kaki. Anggaran pembongkaran tiang monorel beserta penataan jalan dan trotoar dialokasikan melalui APBD DKI Jakarta, dengan total sekitar Rp100 miliar.

Mureks