Otomotif

Pemerintah Cina Umumkan Skema Subsidi Tukar Tambah Mobil untuk Genjot Penjualan NEV

Pemerintah Cina kembali memperbarui skema subsidi tukar tambah kendaraan untuk mendorong adopsi mobil ramah lingkungan atau New Energy Vehicle (NEV), termasuk kendaraan hibrida dan listrik murni. Kebijakan ini, yang telah berlaku sejak 2024, kini mengalami penyesuaian signifikan pada tahun 2026.

Skema insentif ini dirancang untuk konsumen yang ingin mengganti kendaraan lama mereka dengan NEV atau mobil bensin berkapasitas mesin 2.000 cc ke bawah. Namun, ada beberapa syarat kelayakan yang harus dipenuhi oleh kendaraan yang akan ditukar tambah.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Syarat Kelayakan Kendaraan Tukar Tambah

  • Mobil bensin harus terdaftar pada atau sebelum 30 Juni 2013.
  • Mobil diesel dan jenis lainnya harus teregistrasi pada atau sebelum 30 Juni 2015.
  • Kendaraan ramah lingkungan (NEV) harus terdaftar sebelum 31 Desember 2019.

“Mobil bensin (yang akan ditukar tambah) memenuhi kualifikasi subsidi, jika terdaftar pada atau sebelum 30 Juni 2013. (Mobil) diesel dan lainnya harus teregistrasi pada atau sebelum 30 Juni 2015, lalu kendaraan ramah lingkungan sebelum 31 Desember 2019,” demikian laporan China Daily, yang dikutip pada Sabtu (03/01).

Penyesuaian utama pada tahun ini adalah perubahan batasan subsidi dari nominal tetap menjadi persentase dari harga mobil yang diinsentif. Ini berarti, semakin tinggi harga mobil pilihan konsumen, semakin besar pula nominal subsidi yang akan diterima.

Rincian Skema Subsidi Pemerintah Cina

Berikut adalah skema subsidi yang dapat dinikmati masyarakat, menurut pantauan Mureks:

Jenis SubsidiMobil Energi Terbarukan (NEV)Mobil Bensin
Penyerahan Kendaraan Lama12% atau maksimal 20.000 yuan (sekitar Rp 47,7 juta)10% atau maksimal 15.000 yuan (sekitar Rp 35,8 juta)
Tukar Tambah8% atau maksimal 15.000 yuan (sekitar Rp 35,8 juta)6% atau maksimal 13.000 yuan (sekitar Rp 31 juta)

Untuk mendukung program ambisius ini, pemerintah Cina telah mengalokasikan dana sekitar 62,5 miliar yuan, atau setara dengan Rp 149,2 triliun. Kebijakan ini diharapkan dapat menggairahkan daya beli konsumen sekaligus mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di seluruh negeri.

Regulasi insentif serupa ini dinilai dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia. Mengingat masih banyaknya kendaraan berusia tua di jalanan Indonesia yang berpotensi tidak lagi memenuhi standar emisi, skema tukar tambah dapat menjadi alternatif efektif untuk mendongkrak penjualan mobil baru dan NEV secara nasional.

Mureks