Pelatih kepala baru Tim Nasional Indonesia, John Herdman, telah tiba di Jakarta pada Sabtu (10/1) siang. Juru taktik berkebangsaan Inggris berusia 50 tahun itu mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, bersama keluarganya, termasuk sang istri dan dua anaknya.
Kedatangan Herdman ini menandai babak baru bagi skuad Garuda. Ia didampingi oleh satu asisten pelatih, Cesar Marius Philippe Meylan, yang akan membantunya dalam menjalankan tugas.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Perkenalan Resmi dan Tanggung Jawab Ganda
Penunjukan John Herdman sebagai arsitek Timnas Indonesia telah diumumkan secara resmi oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 3 Januari lalu. Ia dipercaya menggantikan posisi Patrick Kluivert yang sebelumnya menukangi timnas.
PSSI telah menyiapkan agenda perkenalan resmi Herdman kepada publik. Menurut pantauan Mureks, mantan pelatih timnas Kanada ini dijadwalkan akan diperkenalkan secara terbuka di Jakarta pada Senin (12/1).
Dalam penugasannya, Herdman mengemban tanggung jawab ganda. Ia tidak hanya akan memimpin tim senior, tetapi juga dipercaya menangani Timnas U-23. Langkah ini diharapkan dapat membangun kesinambungan pembinaan pemain dari kelompok usia muda hingga level senior.
Agenda Padat Menanti di Tahun 2026
Tantangan awal langsung menanti Herdman dengan agenda kompetisi yang padat sepanjang tahun 2026. Timnas Indonesia senior akan memulai rangkaian kegiatan dengan tampil pada ajang FIFA Series yang digelar di Jakarta pada Maret mendatang.
Selain itu, sejumlah agenda FIFA Match Day telah menanti pada Juni, September, Oktober, dan November. Timnas Indonesia juga dijadwalkan berpartisipasi dalam Piala AFF 2026 yang akan berlangsung pada Juli.
Harapan dan Peringatan dari Komunitas Sepak Bola
Kedatangan Herdman disambut dengan berbagai harapan dari komunitas sepak bola nasional. Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mendoakan John Herdman sukses bersama timnas Indonesia dan berharap ia dapat membawa Garuda ke Piala Dunia.
Namun, Persatuan Sepak Bola Tanah Air Indonesia (PSTI) juga mengingatkan Herdman bahwa ekosistem sepak bola Indonesia jauh berbeda dengan Kanada. “Realitas sepak bola di Indonesia memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks,” ujar perwakilan PSTI.






