Kekalahan telak Exeter City dengan skor 1-10 dari Manchester City di babak ketiga Piala FA memicu kemarahan besar di kalangan penggemar. Insiden yang terjadi di Stadion Etihad pada Sabtu (10/1) malam WIB tersebut membuat sejumlah fans menuntut hukuman berat bagi pelatih Gary Caldwell.
Gelombang kekecewaan memuncak setelah pertandingan. Para pendukung Exeter City meluapkan kemarahan mereka, bahkan ada yang menilai Gary Caldwell layak menerima hukuman cambuk atas hasil memalukan tersebut. “Saya yakin hukuman cambuk seperti ini seharusnya dilakukan setelah jam tayang utama,” ujar seorang penggemar, seperti dikutip dari The Scottish Sun.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Komentar senada juga datang dari warganet lainnya yang tak bisa menerima kekalahan masif ini. “Tidak mungkin kita bisa menyembunyikan fakta bahwa itu memalukan,” tulis seorang netizen. Ada pula yang mencoba menghibur, “Bisa saja hasilnya berbeda, kawan-kawan, kalian kurang beruntung,” meskipun sentimen dominan tetaplah kekecewaan mendalam.
Pesta Gol Manchester City
Manchester City memulai pesta golnya pada menit ke-12. Berawal dari umpan silang di sisi kanan, Erling Haaland memenangkan duel udara, dan bola jatuh ke kaki Max Alleyne. Dengan tenang, Alleyne melepaskan sepakan kaki kiri yang sukses menembus gawang Exeter City, membuka keunggulan 1-0.
Keunggulan The Citizens bertambah pada menit ke-24. Setelah tembakan Antoine Semenyo diblok, Rodri menyambar bola rebound dengan tendangan keras jarak jauh yang meluncur indah ke sudut atas gawang, mengubah skor menjadi 2-0.
Jelang turun minum, Exeter City semakin terpuruk. Sepak pojok dari sisi kiri berujung gol bunuh diri Jake Doyle-Hayes, yang salah mengantisipasi bola sundulan hingga mengenai Nathan Aké sebelum masuk ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 3-0. Manchester City menutup babak pertama dengan keunggulan empat gol setelah kerja sama Ryan McAidoo dan Tijjani Reijnders diakhiri dengan umpan silang dari sisi kanan yang kembali memaksa Jack Fitzwater mencetak gol bunuh diri. Man City unggul telak 4-0 saat jeda.
Dominasi Berlanjut di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, dominasi Manchester City tidak mengendur. Rico Lewis mencetak gol kelima pada awal babak dengan sontekan di depan gawang, memanfaatkan umpan silang akurat Antoine Semenyo. Semenyo kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54, menerima umpan terobosan matang dari Rayan Cherki dan dengan tenang menaklukkan kiper Joe Whitworth, menjadikan skor 6-0.
Manchester City terus menggila. Tijjani Reijnders mencetak gol ketujuh lewat sepakan melengkung indah setelah menerima umpan mendatar dari Jeremy Doku yang menusuk dari sisi kiri. Nico O’Reilly memperbesar keunggulan menjadi 8-0 pada menit ke-79. Sundulan O’Reilly menyambut umpan Rico Lewis sempat membentur tiang sebelum bersarang di gawang Exeter City.
Tujuh menit berselang, Ryan McAidoo menambah penderitaan tim tamu. Ia melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan dari Divine Mukasa. Skor berubah menjadi 9-0. Dalam ringkasan Mureks, pesta gol ini menunjukkan dominasi mutlak Manchester City sepanjang pertandingan.
Exeter City akhirnya mencetak gol hiburan di menit ke-90 melalui George Birch, yang berhasil menembus penjagaan James Trafford. Namun, Manchester City langsung merespons pada masa injury time. Rico Lewis mencetak gol keduanya di laga ini untuk melengkapi kemenangan telak 10-1. Hasil ini membuat Manchester City mengukir rekor bersejarah di sepak bola Inggris, dengan torehan 10 gol dalam satu pertandingan resmi.






