Keuangan

Pasar Keuangan Kontras: Rupiah Tertekan Dollar AS, IHSG Melesat ke Puncak Rekor Baru

Selasa, 6 Januari 2026, pasar keuangan Indonesia menunjukkan pergerakan yang kontras. Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis terhadap dollar Amerika Serikat (AS), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Rupiah Tertekan di Tengah Penguatan Dollar AS

Pada penutupan perdagangan, nilai tukar rupiah berada di level Rp 16.758 per dollar AS, terkoreksi 0,11 persen dari penutupan sebelumnya. Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah penguatan dollar AS sebesar 0,06 persen, yang mencapai level 98,21.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Pantauan Mureks menunjukkan, pergerakan mata uang di kawasan Asia juga bervariasi. Beberapa mata uang Asia menguat terhadap dollar AS, antara lain yen Jepang naik 0,10 persen, dollar Singapura menguat 0,28 persen, yuan China naik 0,11 persen, ringgit Malaysia melonjak 0,62 persen, dan baht Thailand menguat 0,45 persen.

Namun, tidak semua mata uang Asia bernasib sama. Dollar Hong Kong turun 0,01 persen, won Korea Selatan melemah 0,03 persen, dollar Taiwan terkoreksi 0,03 persen, dan peso Filipina melemah 0,17 persen terhadap dollar AS.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Berbanding terbalik dengan rupiah, pasar saham Indonesia justru menunjukkan performa gemilang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Selasa sore.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG ditutup menguat 74,42 poin atau 0,84 persen, mencapai posisi 8.933,61. Sepanjang hari perdagangan, indeks bergerak di zona hijau, dengan level tertinggi intraday mencapai 8.940,11 dan terendah 8.839,01.

Aktivitas transaksi di BEI berlangsung sangat padat. Volume perdagangan mencapai 67,16 miliar saham dengan nilai transaksi menembus angka Rp 33,44 triliun. Penguatan IHSG ini didorong oleh dominasi saham-saham yang naik, yakni sebanyak 428 saham, berbanding 256 saham yang turun, dan 127 saham yang bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar BEI turut terdorong hingga mencapai Rp 16.336,87 triliun.

Sektor Bahan Baku Pimpin Penguatan

Secara sektoral, sektor bahan baku mencatat kenaikan tertinggi dengan penguatan sebesar 3,35 persen. Disusul oleh sektor industri yang naik 2,14 persen, sektor energi menguat 1,62 persen, sektor teknologi naik 1,57 persen, dan sektor properti menguat 1,34 persen.

Sektor lain yang juga menunjukkan penguatan adalah infrastruktur (0,86 persen), barang konsumsi non-primer (0,73 persen), keuangan (0,66 persen), barang konsumsi primer (0,22 persen), dan kesehatan (0,17 persen). Hanya sektor transportasi yang mengalami pelemahan, terkoreksi 0,89 persen pada penutupan perdagangan hari ini.

Mureks