Motor starter merupakan salah satu komponen krusial dalam sistem kendaraan yang bertugas memberikan putaran awal pada mesin agar dapat menyala dan beroperasi. Komponen vital ini bekerja dengan memicu flywheel untuk berputar, sehingga mesin mampu memulai siklus pembakaran. Pada kendaraan modern, baik roda dua maupun roda empat, motor starter menjadi sistem utama penggerak awal mesin.
Tanpa komponen ini, mesin tidak akan mampu melakukan proses pembakaran secara mandiri. “Tanpa komponen ini mesin tidak akan mampu melakukan proses pembakaran secara mandiri,” seperti dikutip dari situs resmi Suzuki. Sistem starter mengubah energi listrik dari aki menjadi energi mekanik, yang kemudian digunakan untuk memutar poros engkol mesin melalui flywheel hingga mesin hidup dan bekerja normal. Mengingat perannya yang sangat penting, gangguan pada motor starter dapat menyebabkan kendaraan sulit atau bahkan tidak dapat dihidupkan.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Oleh sebab itu, pemahaman terhadap komponen motor starter menjadi hal penting bagi setiap pemilik kendaraan. Mureks mencatat bahwa terdapat tiga jenis motor starter yang umum digunakan, yaitu tipe konvensional, tipe reduksi, dan tipe planetary. Masing-masing jenis ini memiliki karakteristik tenaga dan efisiensi yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik kendaraan.
Mengenal Komponen Motor Starter dan Fungsinya
Sistem motor starter terdiri dari berbagai komponen yang saling terhubung dan bekerja secara bersamaan untuk menghidupkan mesin kendaraan. Berikut adalah komponen utama pada motor starter beserta fungsinya:
- Solenoid Starter: Bekerja dengan memanfaatkan gaya elektromagnetik yang dihasilkan di dalam kumparan. Saat arus listrik mengalir, medan magnet terbentuk dan mendorong drive pinion agar menyatu dengan flywheel. Komponen ini juga berfungsi menyalurkan tegangan ke motor utama.
- Solenoid Plunger: Berfungsi sebagai penghubung gerakan dari pull in coil menuju drive lever. Komponen ini dikenal sebagai batang penghubung yang meneruskan dorongan elektromagnetik.
- Solenoid Caps: Merupakan penutup solenoid yang berfungsi menghubungkan arus listrik antara aktuator starter dan sistem kelistrikan kendaraan. Di dalamnya terdapat tiga terminal utama: Terminal C, Terminal 30, dan Terminal 50.
- Commutator: Berfungsi mengalirkan arus listrik dari brushes ke gulungan armature. Komponen ini juga mencegah terjadinya hubungan pendek karena terhubung dengan kutub positif dan negatif.
- Field Coil: Berfungsi menciptakan medan magnet yang diperlukan untuk menghasilkan tenaga putar. Komponen ini terbuat dari tembaga dan bekerja bersama armature dalam menghasilkan energi mekanik.
- Drive Lever: Berfungsi mendorong roda pinion agar dapat terhubung dengan flywheel. Cara kerjanya menggunakan prinsip tuas untuk menggerakkan pinion ke arah roda gila.
- Armature: Atau gulungan jangkar, berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik melalui gerakan rotasi. Komponen ini menjadi sumber utama tenaga putar pada motor starter.
- Brushes: Berfungsi menghantarkan arus listrik dari terminal menuju commutator dan armature coil. Jika komponen ini aus, proses starter akan terganggu.
- Drive Pinion Gear: Berfungsi menghubungkan putaran dari motor starter ke flywheel sehingga poros engkol mesin dapat berputar.
- Drive Pinion Clutch: Atau kopling starter, berfungsi menghubungkan dan memutus putaran motor starter dengan flywheel.
- Magnetic Switch: Berperan sebagai pengontrol utama arus listrik dan pengatur pergerakan gigi pinion.
- Yoke dan Pole: Yoke berfungsi sebagai pengikat inti pole, sedangkan pole berfungsi memperkuat daya magnet pada motor starter.
- Overrunning Clutch: Bertugas menyalurkan putaran dari motor starter ke flywheel sekaligus menarik kembali pinion gear saat mesin sudah hidup.
- Motor Housing: Berfungsi sebagai pelindung seluruh komponen motor starter agar tetap aman dari debu, air, dan benturan.
Dengan memahami fungsi setiap komponen motor starter, pemilik kendaraan diharapkan dapat lebih peduli terhadap perawatan sistem starter demi menjaga performa dan keandalan kendaraan dalam penggunaan sehari-hari. Perawatan yang tepat akan memastikan kendaraan selalu siap untuk dioperasikan.






