Otomotif

Pabrikan Hentikan Penjualan Mobil di 2026, Hyundai Tarik Puluhan Ribu Tucson Akibat Risiko Kebakaran

Industri otomotif nasional bersiap menghadapi perubahan signifikan pada tahun 2026. Sejumlah model mobil dipastikan tidak lagi dipasarkan, sementara itu, program penarikan kembali (recall) puluhan ribu unit Hyundai Tucson juga menjadi sorotan utama. Selain itu, pentingnya pemeriksaan kendaraan pasca-liburan akhir tahun turut menjadi perhatian bagi para pemilik mobil.

Deretan Mobil yang Tak Lagi Dijual Mulai 2026

Keputusan penghentian penjualan produk merupakan langkah strategis yang kerap diambil oleh pabrikan otomotif. Beragam alasan melatarinya, mulai dari minimnya permintaan pasar hingga hadirnya versi terbaru yang lebih inovatif. Mureks mencatat bahwa pada periode 2025, pasar otomotif nasional telah kehilangan sejumlah model. Konsekuensinya, beberapa mobil tersebut akan semakin jarang terlihat di jalanan dan dipastikan tidak lagi dijual di tahun 2026.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Hyundai Tarik 51 Ribu Unit Tucson Akibat Potensi Kebakaran

Hyundai Motor Corporation baru-baru ini mengumumkan program recall besar-besaran untuk model SUV andalannya, Tucson. Penarikan ini dilakukan menyusul adanya potensi dan risiko kebakaran yang mengancam keselamatan pengguna. Disitat dari laporan The Drive, lebih dari 51 ribu unit Hyundai Tucson yang terjual secara global menjadi bagian dari program recall ini. Unit yang terdampak merupakan produksi antara tahun 2022 hingga 2024. Masalah utama berkutat pada sistem derek atau towing yang digunakan untuk kebutuhan camping, yang berpotensi memicu insiden kebakaran.

Pentingnya Cek dan Ganti Oli Mobil Usai Liburan Akhir Tahun

Setelah perayaan Natal dan menyambut tahun baru 2026, arus balik pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi mulai terlihat di berbagai ruas jalan. Pertanyaan mengenai urgensi pemeriksaan kendaraan di bengkel resmi, meskipun telah menjalani perawatan rutin, seringkali muncul. Menjawab hal ini, Service Advisor Suzuki Buana Trada Pulogadung, Endy, memberikan penekanan.

“Endy menyarankan kepada pemilik agar membawa kendaraan pribadinya ke bengkel resmi untuk melakukan pemeriksaan teknis. Hal ini dimaksudkan agar pengamatan setiap komponen dilakukan detail dan menyeluruh,” ujarnya.

Menurut Mureks, pemeriksaan menyeluruh pasca-perjalanan jauh sangat krusial untuk memastikan setiap komponen kendaraan berfungsi optimal dan mencegah potensi kerusakan yang lebih serius di kemudian hari.

Mureks