Otoritas berwenang Swiss akhirnya mengungkap penyebab kebakaran mematikan yang menewaskan sedikitnya 40 orang di sebuah bar resor ski mewah di kawasan Pegunungan Alpen saat pesta malam Tahun Baru. Lilin kembang api diyakini kuat menjadi pemicu tragedi tersebut.
Jaksa setempat, seperti dilansir AFP dan Reuters pada Sabtu (3/1/2026), menyebutkan bahwa temuan awal menunjukkan kebakaran yang menyebar di dalam bar Le Constellation yang berada di ruangan bawah tanah resor ski Crans-Montana, kemungkinan disebabkan oleh lilin kembang api yang diangkat terlalu dekat ke langit-langit.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Para penyidik telah memfokuskan perhatian pada kembang api setelah melihat rekaman video dan berbicara dengan para korban selamat dalam tragedi yang terjadi pada Kamis (1/1) dini hari di kota resor Pegunungan Alpen Swiss itu. Video dan foto yang beredar, beberapa diposting secara online, menunjukkan kembang api yang tertancap di bagian atas botol-botol sampanye, diangkat oleh para pengunjung bar, dalam posisi yang sangat dekat dengan langit-langit rendah bar yang ada di ruang bawah tanah tersebut.
Penyebab dan Penyebaran Api
Mureks mencatat bahwa langit-langit bar tersebut ditutupi dengan bahan busa peredam suara. Beberapa video menunjukkan material itu terbakar, namun para pengunjung — banyak di antaranya berusia di akhir belasan tahun dan 20-an tahun — terus menari, tidak menyadari situasi bahaya yang mereka hadapi.
“Semua indikasi menunjukkan bahwa api bermula dari kembang api atau lilin Bengal yang diikatkan pada botol-botol sampanye,” ucap kepala jaksa wilayah Wallis, Beatrice Pilloud, dalam konferensi pers pada Jumat (2/1) waktu setempat. Ia menambahkan bahwa meskipun hipotesis ini mungkin benar, namun belum dikonfirmasi. “Dari situ, kebakaran yang cepat, sangat cepat, dan meluas pun terjadi,” sebut Pilloud.
Penyelidikan, imbuh Pilloud, juga memeriksa apakah busa insulasi yang terpasang di langit-langit bar itu menjadi penyebab api menyebar dengan cepat. Ditegaskan oleh Pilloud bahwa penyelidikan lebih lanjut akan menunjukkan apakah ada pihak yang perlu dimintai pertanggungjawaban pidana atas kelalaian, yang berkontribusi pada kebakaran maut tersebut.
Klaim Pemilik Bar dan Kondisi Korban
Jacques Moretti, warga Prancis yang merupakan pemilik bar tersebut, bersikeras mengatakan kepada harian Swiss Tribune de Geneve bahwa norma keselamatan telah dipatuhi. “Semuanya dilakukan sesuai dengan peraturan,” ucapnya. Moretti dan istrinya, Jessica, selamat dari kebakaran itu tanpa cedera dan telah diinterogasi sebagai “saksi” dalam kasus ini. Sejauh ini belum ada penetapan tersangka terkait kebakaran tersebut.
Jumlah pasti pengunjung bar tersebut ketika kebakaran terjadi tidak diketahui secara jelas. Situs Crans-Montana menyebut bar itu memiliki kapasitas 300 orang ditambah 40 orang di bagian teras. Otoritas setempat memperingatkan bahwa diperlukan waktu berhari-hari untuk mengidentifikasi 40 korban tewas.
Sementara sebagian besar dari 119 korban selamat kini berada dalam kondisi kritis, yang membuat rumah-rumah sakit di Swiss kewalahan dan puluhan orang dibawa ke negara-negara Eropa tetangga untuk perawatan luka bakar khusus. Komandan kepolisian regional wilayah Wallis, Frederic Gisler, mengatakan bahwa para korban luka terdiri atas 71 warga Swiss, 14 warga Prancis, 11 warga Italia, dan 4 warga Serbia, serta masing-masing satu warga Bosnia, Belgia, Polandia, Portugal, dan Luksemburg. Gisler menambahkan bahwa status kewarganegaraan 14 korban luka lainnya belum diketahui.






