Internasional

Aceh Timur Catat Kerugian Rp7,2 Triliun Akibat Banjir, 11 Ribu Rumah Rusak, 1.000 Huntara Segera Dibangun

Aceh Timur menjadi salah satu kabupaten yang paling parah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra pada akhir November 2025 lalu. Bencana ini menyebabkan kerugian besar dan ribuan warga masih harus mengungsi.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengungkapkan bahwa saat ini wilayahnya masih dalam masa darurat. “Banjir bandang yang membuat setidaknya 8 ribu warga di 22 kecamatan Aceh Timur masih hidup dalam pengungsian masih dalam masa darurat mengingat ada sejumlah dusun yang masih terisolir karena akses darat yang masih sulit dijangkau,” ujar Iskandar Usman Al-Farlaky dalam program Nation Hub CNBC Indonesia, Jumat (02/01/2026).

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Menurut pantauan Mureks, proses pemetaan korban, penyaluran bantuan, hingga pemulihan terus digencarkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur juga mempercepat pendataan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap, berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BUMN Karya, Adikarya.

Pemkab Aceh Timur mencatat total kerugian akibat banjir bandang ini mencapai Rp7,2 triliun. Data kerusakan rumah sangat signifikan, dengan rincian sebagai berikut:

  • Rumah rusak berat: 5.171 unit
  • Rumah rusak sedang: 5.294 unit
  • Rumah rusak ringan: 1.426 unit

Total rumah yang mengalami kerusakan mencapai 11.891 unit. Per 2 Januari 2026, sebanyak 2.889 masyarakat memilih opsi hunian sementara (huntara), sementara 796 masyarakat lainnya memilih Dana Tunggu Hunian. Sebagai tahap awal, Pemkab Aceh Timur berencana membangun 1.000 unit huntara untuk para korban.

Mureks