Internasional

Zohran Mamdani Dilantik di Stasiun Bawah Tanah Terbengkalai, Simbol Kelas Pekerja New York

Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City pada hari ini, Sabtu, 03 Januari 2026. Prosesi pelantikan berlangsung di lokasi yang tidak biasa, yakni bekas stasiun kereta bawah tanah City Hall yang kini terbengkalai, menambah nuansa historis pada momen penting tersebut.

Jaksa Agung New York, Letitia James, memimpin pengambilan sumpah jabatan Mamdani. Pemilihan lokasi ini, menurut Mamdani, sangat tepat karena sistem transportasi umum merupakan penyeimbang bagi warga New York, merefleksikan semangat kelas pekerja kota tersebut.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Sejarah Stasiun City Hall: Simbol Transportasi Modern

Stasiun kereta bawah tanah City Hall memiliki sejarah panjang yang menarik, menandai awal mula perkembangan transportasi modern di Kota New York. Stasiun ini diresmikan pada 27 Oktober 1904 oleh Wali Kota New York saat itu, George McClellan, setelah empat tahun masa pembangunan yang dimulai dengan peletakan batu pertama pada 24 Maret 1900.

Dalam acara peresmian yang seremonial, McClellan meniup peluit kereta dan mengemudikannya keluar dari stasiun Balai Kota pada pukul 14.34. Momen tersebut sempat diwarnai ketegangan ketika sang wali kota, yang terbawa suasana bersejarah, menolak menyerahkan kendali. “Saya yang menjalankan kereta ini,” ujarnya dengan berani, sebagaimana dikutip dari laman WSP.com, sebuah sumber yang mengulas banyak ahli teknik, ilmuwan, dan teknologi inovasi.

Beruntung, setelah beberapa insiden menegangkan dan guncangan yang tidak diinginkan, McClellan akhirnya menyerahkan kendali kepada masinis. Masinis tersebut kemudian dengan aman mengemudikan kereta dan para penumpangnya menuju Stasiun 145th Street, yang berjarak sembilan mil.

Kereta bawah tanah ini kemudian dikenal sebagai salah satu yang terbaik pada masanya, berkat sejumlah keunggulan teknisnya. Mureks mencatat bahwa inovasi tersebut meliputi:

  • Pekerjaan terowongan yang kompleks di bawah bangunan yang sudah ada, termasuk Balai Kota.
  • Penggunaan kereta berbahan baja sepenuhnya untuk daya tahan dan ketahanan terhadap benturan.
  • Elektrifikasi rel ketiga untuk menghilangkan asap dari lokomotif.
  • Jalur ekspres yang memungkinkan perjalanan lebih cepat dengan lebih sedikit pemberhentian.

Pada awal pembukaannya, setiap pencapaian dalam proyek ini disambut dengan perayaan luas dari publik. Laporan media kala itu pun sangat positif. The New York Times menyebut kereta bawah tanah ini sebagai “pencapaian terbesar pada masanya dalam bidang teknik kota.” Sementara itu, koran The Sun menulis, Kota New York kini memiliki “kereta bawah tanah terbaik, terindah, terlengkap, dan terlengkapi di dunia.”

Mamdani: Monumen Fisik untuk Kaum Pekerja

Zohran Mamdani, seorang politikus sosialis demokrat, menegaskan bahwa pemilihan lokasi pelantikan ini merupakan simbol kuat bagi kelas pekerja dan penanda peresmian era baru. “Ini adalah monumen fisik bagi sebuah kota yang berani menjadi indah sekaligus membangun hal-hal besar yang akan mengubah kehidupan kaum pekerja,” kata Mamdani dalam rilis resminya, yang dikutip oleh The Guardian.

Ia menambahkan bahwa ambisi tersebut tidak seharusnya hanya menjadi kenangan yang terbatas pada masa lalu, dan tidak pula harus terbatas pada terowongan di bawah balai kota. “Ambisi itu akan menjadi tujuan pemerintahan yang cukup beruntung untuk melayani warga New York,” imbuh Mamdani, menekankan visi pemerintahannya ke depan.

Mureks