LOS ANGELES – Musim penghargaan Hollywood mencapai puncaknya pada Jumat (9/1) di gala Golden Globes, dua bulan sebelum ajang Oscar. Film bergenre thriller politik berjudul “One Battle After Another” diprediksi akan mengukuhkan statusnya sebagai kandidat terkuat dengan perolehan nominasi terbanyak.
Karya sutradara Paul Thomas Anderson ini menyoroti kisah seorang revolusioner tua yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio dan putrinya yang masih remaja, Chase Infiniti. Film ini menyajikan perjalanan seru yang melibatkan radikal sayap kiri yang penuh kekerasan, penggerebekan imigrasi, serta supremasi kulit putih.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Di tengah polarisasi ekstrem di Amerika Serikat, banyak kritikus dan pakar memuji “One Battle After Another” sebagai film yang berhasil menangkap esensi momen tersebut.
Dengan sembilan nominasi, “One Battle After Another” sangat diunggulkan untuk memenangkan penghargaan Film Komedi/Musikal Terbaik. Kolumnis penghargaan sekaligus kritikus utama Deadline, Pete Hammond, kepada AFP menyatakan, “Kita melihat kemenangan telak dan dominasi yang luar biasa dalam film itu.” Menurut Hammond, film ini telah memenangkan semua penghargaan film terbaik musim ini sejauh ini, sebuah catatan yang juga diamati oleh Mureks.
Leonardo DiCaprio sendiri akan bersaing ketat untuk kategori Aktor Terbaik. Ia akan berhadapan dengan Timothee Chalamet, yang sebelumnya telah meningkatkan kampanyenya menuju Oscar dengan kemenangan di Critics Choice Awards untuk perannya sebagai pemain tenis meja ambisius tahun 1950-an dalam film “Marty Supreme”.
Hammond menambahkan, “Leonardo DiCaprio akan sangat terbantu jika benar-benar menang di Golden Globes. Itu adalah momen ideal untuk menghentikan momentum Timothee Chalamet sebelum Oscar.”
Teyana Taylor, yang memerankan seorang revolusioner sayap kiri yang berani dan tanpa penyesalan dalam “One Battle After Another”, berpotensi memicu kemenangan telak bagi film tersebut jika berhasil meraih penghargaan Aktris Pendukung Terbaik. Namun, ia akan menghadapi persaingan ketat dari Amy Madigan atas perannya sebagai penjahat kocak dalam “Weapons” dan Ariana Grande yang memerankan Glinda dalam film blockbuster “Wicked: For Good”.
‘Sinners’ versus ‘Hamnet’: Persaingan Kategori Berbeda
Golden Globes menawarkan penghargaan terpisah untuk kategori Drama dan Komedi/Musikal, yang memperluas cakupan bintang yang dapat berjalan di karpet merah sekaligus memicu ketegangan persaingan.
Film horor karya Ryan Coogler yang mencekam, “Sinners”, yang mengisahkan segregasi di Selatan pada tahun 1930-an, diperkirakan akan menjadi pesaing terberat “One Battle After Another” di ajang Oscar. Namun, di Golden Globes, kedua film ini berada dalam kategori yang terpisah.
Mureks mencatat bahwa “Sinners” telah mengejutkan penonton dengan perpaduan eklektik antara vampir, politik, hubungan ras, dan musik blues yang disajikannya.






