Tren

Nvidia DLSS 4.5: Lompatan AI Baru untuk Gaming PC, Tawarkan 4K Path Traced 240 FPS

Nvidia kembali membuat gebrakan di dunia gaming PC dengan meluncurkan Deep Learning Super Sampling (DLSS) versi 4.5 di ajang CES 2026. Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini menjanjikan lompatan performa signifikan, memungkinkan pengalaman bermain game dengan path tracing resolusi 4K pada kecepatan hingga 240 frame per second (FPS).

Pengumuman ini disambut antusias oleh para penggemar gaming. Jason England, Managing Editor of Computing di Tom’s Guide, mengungkapkan kelegaannya. “Saya sedikit khawatir bahwa Nvidia akan membawa berita AI, pusat data, dan robotika ke CES 2026, jadi anggap ini sebagai desahan lega yang besar melihat Tim Hijau membawa DLSS 4.5 — menargetkan gaming path-traced 4K pada 240 FPS yang luar biasa,” ujarnya.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Mengenal DLSS: Teknologi AI untuk Performa Gaming

Bagi yang belum familiar, DLSS adalah teknologi upscaling berbasis AI milik Nvidia yang dirancang untuk meningkatkan performa dan kualitas visual game. Dengan mempelajari cara kerja dan jalannya sebuah game, DLSS memungkinkan game untuk dirender pada resolusi lebih rendah, kemudian ditingkatkan secara visual oleh AI, sehingga mengurangi beban pada GPU.

Hingga saat ini, lebih dari 250 game telah mendukung DLSS, dan lebih dari 80% dari 20 game teratas yang dirilis pada tahun 2025 juga telah mengadopsi teknologi ini. DLSS 4.5 hadir sebagai peningkatan substansial dengan fitur-fitur baru yang menarik.

Peningkatan Revolusioner pada Super Resolution

Seperti versi sebelumnya, DLSS 4.5 terbagi menjadi dua komponen utama: super resolution dan frame generation. Keduanya memanfaatkan inti GPU untuk kecerdasan AI dalam merender dan menjalankan game.

Sebelumnya, DLSS Nvidia berjalan pada Convolutional Neural Network (CNN). Meskipun efektif, CNN kurang efisien karena setiap alur kerja bersifat super linear. Namun, dengan beralih ke Transformer Model — arsitektur yang sama digunakan oleh ChatGPT dan Gemini — pada DLSS 4, terjadi terobosan signifikan.

Model ini kini dapat belajar lebih cepat dan efisien, menghasilkan peningkatan kualitas grafis yang nyata dalam super resolution. DLSS 4.5 membawa peningkatan ini selangkah lebih maju melalui dua inovasi kunci:

  • Siklus Pelatihan yang Lebih Efisien: Setiap elemen, mulai dari gerakan, geometri, pencahayaan, hingga data game engine, dianalisis dan dipasangkan dengan kumpulan data fidelitas tinggi. Ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang aksi di layar. Mureks mencatat bahwa DLSS 4.5 juga menyertakan lebih banyak sinyal “fail state” untuk belajar lebih cepat dari kesalahan dan memperbaikinya di masa mendatang.
  • Transformer Generasi ke-2: Dengan kekuatan komputasi 5 kali lebih besar dari DLSS 4, pixel sampling yang lebih cerdas, dan kesadaran konteks yang lebih luas, semua peningkatan di atas dapat terwujud.

Hasil akhirnya adalah stabilitas gambar yang lebih baik, pengurangan ghosting yang drastis, minimnya efek shimmering pada permukaan yang terang, dan tepi objek yang jauh lebih halus.

Generasi Frame Multi-Frame yang Lebih Cerdas

Selain super resolution, DLSS 4.5 juga menghadirkan peningkatan pada multi-frame generation. Teknologi ini secara efektif menambahkan lima frame yang dihasilkan AI untuk setiap satu gambar yang dirender, dengan hanya menambah beberapa milidetik latensi.

Yang paling menarik adalah fitur yang disebut Nvidia sebagai Dynamic Multi-Frame Generation. Alih-alih menerapkan pengganda secara kaku, model ini dapat secara fleksibel menyesuaikan berbagai pengganda secara real-time untuk memaksimalkan FPS sesuai dengan refresh rate monitor pengguna.

Sebagai contoh, jika pengguna memiliki monitor 4K 240Hz, DLSS 4.5 dapat diinstruksikan mengenai refresh rate tersebut, dan teknologi akan beradaptasi untuk memberikan performa mendekati atau tepat 240 FPS.

Prospek dan Pengujian Lanjutan

Meskipun ada beberapa kritik terkait aspek generatif AI yang dianggap sebagai “jalan pintas” daripada peningkatan kapasitas VRAM atau jumlah inti GPU, serta keluhan latensi, namun bagi sebagian besar gamer, DLSS telah membuka banyak nilai dari GPU mereka yang mahal.

DLSS 4.5 mungkin bukan berita sebesar seri RTX 50 SUPER, tetapi ini adalah langkah lain bagi Nvidia untuk tetap memimpin dalam gaming PC yang didukung AI. Tim redaksi Mureks akan terus melakukan pengujian mendalam terhadap fitur-fitur baru ini, termasuk pemeriksaan detail Super Resolution dan potensi masalah latensi pada Dynamic Frame Generation, sebelum peluncuran resminya (Super Resolution akhir bulan ini dan teknologi frame generation baru pada musim semi 2026).

Mureks