NVIDIA resmi memperkenalkan prosesor data terbarunya, BlueField-4, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung pada Jumat, 09 Januari 2026. Perangkat ini menjadi inti dari Inference Context Memory Storage Platform, sebuah infrastruktur penyimpanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk mendukung sistem AI berskala masif.
Peluncuran BlueField-4 ini menjawab tantangan besar dalam pengelolaan data konteks yang dihasilkan oleh model AI modern. Dengan model yang kini memiliki triliunan parameter dan kemampuan penalaran multilangkah, data konteks yang disimpan dalam bentuk key-value (KV) cache menjadi krusial untuk menjaga akurasi, pengalaman pengguna, dan kesinambungan interaksi. Namun, penyimpanan jangka panjang data ini di GPU kerap menimbulkan hambatan signifikan terhadap performa real-time, terutama dalam sistem multi-agen.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
BlueField-4 hadir sebagai solusi inovatif dengan sejumlah keunggulan:
- Memperluas kapasitas memori GPU secara signifikan.
- Memungkinkan berbagi data berkecepatan tinggi antar node.
- Meningkatkan kecepatan pemrosesan token.
- Meningkatkan efisiensi daya hingga lima kali lipat dibandingkan metode penyimpanan tradisional.
Platform baru ini juga diklaim mampu mempercepat respons multi-turn, meningkatkan throughput pada skala pabrik AI, serta mendukung efisiensi dalam proses inferensi jangka panjang. Untuk mendukung operasionalnya, BlueField-4 didukung oleh perangkat lunak seperti NVIDIA DOCA, NIXL, dan Dynamo, yang secara kolektif mempercepat waktu respons, mengurangi overhead metadata, dan menjamin akses aman dari node GPU.
Sebagai tulang punggung jaringan, NVIDIA Spectrum-X Ethernet berperan sebagai fabric utama untuk akses RDMA ke cache AI-native. Hal ini memastikan proses berbagi dan pengambilan data berjalan lebih efisien dan cepat.
Catatan Mureks menunjukkan, sejumlah perusahaan besar di industri penyimpanan telah menyatakan komitmennya untuk mengadopsi dan membangun platform penyimpanan AI generasi berikutnya dengan BlueField-4. Mereka termasuk Dell Technologies, HPE, IBM, Nutanix, Pure Storage, Supermicro, VAST Data, dan WEKA. Produk ini sendiri dijadwalkan akan tersedia pada paruh kedua tahun 2026, menandai kesiapan industri dalam menyongsong era komputasi berbasis AI yang lebih canggih.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, dalam kesempatan terpisah menegaskan visi perusahaannya terhadap AI. “AI kini bukan lagi sekadar chatbot satu kali pakai, melainkan kolaborator cerdas yang mampu memahami dunia fisik, bernalar dalam jangka panjang, menggunakan alat untuk bekerja nyata, serta menyimpan memori jangka pendek dan panjang,” ujar Huang. Dengan BlueField-4, NVIDIA mengklaim telah merevolusi tumpukan penyimpanan untuk era AI berikutnya.






