Nasional

Nostalgia di Kebun Binatang Bandung: Kisah Kakek Nenek Mengulang Masa Kecil Bersama Cucu Tercinta

Tawa riang anak-anak memecah kesunyian pagi di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo pada Sabtu, 3 Januari 2026. Tangan-tangan mungil mereka erat menggenggam jemari orang tua, menelusuri setiap sudut kebun binatang yang kembali ramai dikunjungi.

Setelah sempat menghadapi permasalahan internal, Bandung Zoo kini telah kembali membuka pintunya untuk publik. Dengan sistem donasi seikhlasnya, destinasi ini menjadi pilihan favorit bagi keluarga yang ingin menghabiskan liburan akhir pekan.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Di depan kandang orangutan, sepasang kakek-nenek, Nani (53) dan Iwa (52), tampak mendampingi cucu perempuan mereka. Rambut sang cucu yang berusia dua tahun dikepang dua, sementara ia digendong neneknya, asyik memerhatikan mamalia di depannya.

Bagi Nani dan Iwa, kunjungan ini adalah sebuah perjalanan nostalgia. Mereka terakhir kali menginjakkan kaki di tempat ini pada era 1980-an. “Udah lama banget nggak ke sini, tahun 80-an atau 90-an,” kenang Nani. Ia menambahkan, “Datang bertiga sama cucu, ngasuh.”

Tak hanya Nani dan Iwa, keluarga Tita (36) juga turut meramaikan Bandung Zoo. Datang jauh dari Kabupaten Bandung Barat, Tita dan keluarganya menyewa mobil khusus untuk berlibur di kebun binatang ini.

Bagi Tita, Bandung Zoo bukan tempat asing. Ia memiliki kenangan masa kecil yang kuat di sana. “Waktu kecil ada 4 kali mah ke sini,” ujarnya.

Namun, ingatan masa kecil Tita kini bertemu dengan realitas kondisi Bandung Zoo saat ini. Menurutnya, kebun binatang tersebut kini kurang terawat. Mureks mencatat bahwa observasi pengunjung seperti Tita menjadi masukan penting bagi pengelolaan.

Meskipun demikian, Bandung Zoo tetap menjadi pilihan utama Tita untuk berlibur bersama keluarga di awal tahun ini. “Sekeluarga sewa mobil ke sini,” pungkasnya, menunjukkan antusiasme yang tak luntur.

Suasana liburan awal tahun di Bandung Zoo pada Sabtu (3/1/2026) dipenuhi dengan campuran keceriaan anak-anak dan nostalgia para orang tua, meski diwarnai pula dengan harapan akan perbaikan fasilitas di masa mendatang.

Mureks