Nasional

Donald Trump Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dan Alutsista Hilang dalam Serangan ke Venezuela

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim tidak ada satu pun anggota militer Amerika Serikat yang tewas maupun peralatan militer yang hilang dalam serangan yang dilakukan ke Venezuela. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam konferensi pers pada Minggu (4/1/2026), menyusul operasi militer AS di Caracas sehari sebelumnya.

Menurut pantauan Mureks, serangan militer AS ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu dini hari (3/1/2026) dilaporkan menyebabkan ledakan hingga setidaknya tujuh kali. Operasi tersebut juga berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya oleh pasukan AS.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Klaim Tanpa Korban dan Alutsista Hilang

Dalam konferensi persnya, Trump secara tegas menyatakan, “Tidak satu pun anggota militer Amerika yang tewas dan tidak satu pun peralatan militer Amerika yang hilang. Kami memiliki banyak helikopter, banyak pesawat, dan sangat banyak personel yang terlibat dalam pertempuran tersebut.”

Ia melanjutkan, “Tetapi pikirkan hal ini. Tidak satu pun peralatan militer yang hilang. Dan yang lebih penting, tidak satu pun anggota militer yang tewas.” Trump menekankan bahwa kekuatan militer AS jauh melampaui negara lain, baik dari sisi kemampuan personel maupun kecanggihan teknologi persenjataan.

“Militer Amerika Serikat adalah militer terkuat dan paling ditakuti di planet ini. Jauh melampaui yang lain, dengan kemampuan dan keterampilan yang hampir tidak bisa dibayangkan oleh musuh-musuh kami. Kami memiliki peralatan terbaik di mana pun di dunia. Tidak ada peralatan yang sebanding dengan apa yang kami miliki,” ujarnya.

Upaya Pemberantasan Narkoba dan Transisi Kekuasaan

Selain menyoroti kekuatan militernya, Trump juga membahas upaya Amerika Serikat dalam memberantas penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Ia mengeklaim operasi tersebut berhasil menghentikan hampir seluruh peredaran narkoba yang masuk ke Amerika Serikat lewat laut.

“Dan Anda bisa melihatnya bahkan jika hanya melihat kapal-kapal. Kami telah melumpuhkan 97 persen narkoba yang masuk melalui laut. Setiap kapal, rata-rata, membunuh 25 ribu orang. Kami melumpuhkan 97 persen. Dan narkoba itu sebagian besar berasal dari sebuah tempat bernama Venezuela,” kata Trump.

Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan tetap terlibat dalam pengelolaan Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan yang dianggap aman dan tepat, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

“Kami akan menjalankan negara itu sampai pada saat kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Jadi kami tidak ingin terlibat dengan membiarkan orang lain masuk dan kami mengalami situasi yang sama seperti yang terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya. Kami akan menjalankan negara itu sampai transisi yang aman, tepat, dan bijaksana dapat dilakukan,” jelasnya.

Tujuan utama Amerika Serikat, menurut Trump, adalah menciptakan perdamaian dan keadilan bagi rakyat Venezuela, termasuk warga Venezuela yang kini tinggal di Amerika Serikat dan ingin kembali ke tanah air mereka. Ia menegaskan tidak ingin kekuasaan di Venezuela kembali jatuh ke pihak yang tidak memikirkan kepentingan rakyat.

“Kami menginginkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat besar Venezuela, termasuk banyak warga Venezuela yang sekarang tinggal di Amerika Serikat dan ingin kembali ke negara mereka. Itu adalah tanah air mereka,” ucap Trump.

“Kami tidak bisa mengambil risiko bahwa pihak lain mengambil alih Venezuela tanpa memikirkan kebaikan rakyat Venezuela. Kami telah mengalami itu selama beberapa dekade. Kami tidak akan membiarkan itu terjadi. Kami ada di sana sekarang,” pungkasnya.

Mureks