Amerika Serikat (AS) kembali mengguncang dunia internasional setelah melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari waktu setempat. Operasi tersebut menargetkan sejumlah titik strategis di ibu kota Caracas.
Dalam serangan yang sama, militer AS juga mengklaim telah menahan Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Penangkapan ini memicu pertanyaan besar mengenai alasan di baliknya.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Alasan Penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat
Dikutip dari laman The New York Times, penangkapan Nicolás Maduro dilakukan melalui Operasi Absolute Resolve, sebuah misi gabungan yang melibatkan berbagai cabang militer AS. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan penangkapan ini memiliki dasar yang kuat.
Ada dua alasan utama yang mendasari tindakan tersebut: krisis migrasi besar-besaran warga Venezuela ke Amerika, serta tuduhan peredaran narkoba dan keterlibatan dalam jaringan narkoterorisme.
1. Krisis Migrasi Venezuela
Mantan Presiden Donald Trump menuding Venezuela sebagai pemicu gelombang migran yang membanjiri perbatasan selatan Amerika dalam beberapa tahun terakhir. Sejak krisis ekonomi pada 2013, sekitar delapan juta warga Venezuela dilaporkan meninggalkan negaranya, dengan mayoritas menuju negara-negara Amerika Latin. Mureks mencatat bahwa angka ini menunjukkan skala krisis kemanusiaan yang signifikan.
Selain itu, Donald Trump juga mengklaim bahwa pemerintahan Nicolas Maduro secara sengaja mengirim para tahanan dan pasien rumah sakit jiwa ke Amerika. Tuduhan ini dibantah keras oleh pemerintah Venezuela, yang menyebutnya tidak berdasar.
2. Jalur Narkoba dan Jaringan Kriminal
Alasan kedua penangkapan berkaitan dengan klaim bahwa Venezuela menjadi jalur transit utama penyelundupan kokain dan berperan dalam krisis fentanil di AS. Pemerintah AS kemudian menetapkan Tren de Aragua dan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing.
Trump bahkan menuding Maduro sebagai pemimpin Cartel de los Soles. Sejumlah analis menyebut Cartel de los Soles bukan kelompok terstruktur, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan oknum pejabat korup yang membiarkan kokain melintas melalui Venezuela.
Profil Singkat Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Disadur dari The Guardian, Maduro mulai menjabat sebagai Presiden Venezuela pada 2013, menggantikan Hugo Chavez. Chavez dikenal sebagai tokoh sosialis yang kerap mengusung retorika anti-Amerika dan memiliki pengaruh kuat terhadap arah politik Venezuela.
Maduro telah memimpin Venezuela selama 12 tahun dan sering disebut sebagai pemimpin dengan gaya otoriter. Pemerintahannya diwarnai berbagai tuduhan, mulai dari pelanggaran hak asasi manusia hingga praktik kecurangan pemilu demi mempertahankan kekuasaan.
Sebelum menjadi presiden, karier politik Maduro cukup cemerlang dengan menempati sejumlah jabatan penting.






