Hiburan

Nobita dan Doraemon Berpetualang di Semesta Musik: Menguak Misteri Harmoni dalam ‘Earth Symphony’

Petualangan terbaru Doraemon dan Nobita kembali hadir di layar lebar melalui film “Doraemon the Movie: Nobita’s Earth Symphony” (2024). Film animasi berdurasi 115 menit ini mengajak penonton menyelami dunia musik yang penuh keajaiban, sekaligus menyoroti perjuangan Nobita dalam mengatasi kelemahannya.

Awal Mula Kekacauan Musikal Nobita

Kisah dimulai dari situasi sehari-hari di kelas, di mana Nobita dan teman-temannya tengah berlatih seruling untuk konser musim gugur sekolah. Seperti biasa, Nobita menunjukkan performa terburuknya, menjadi sasaran ejekan Gian dan Suneo. Merasa malu dan enggan berlatih, Nobita mencari jalan pintas dengan menggunakan alat ajaib Doraemon, sebuah buku harian yang dapat mewujudkan kejadian di masa depan.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Dengan alat tersebut, Nobita menuliskan harapan konyol agar esok hari tidak ada musik, demi menghindari pelajaran. Namun, keinginannya justru menimbulkan dampak besar. Banyak orang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk memainkan musik sama sekali. Menyadari kekacauan yang terjadi, Doraemon segera memperbaiki keadaan dan menegaskan bahwa Nobita harus belajar berlatih tanpa bantuan alat ajaib. Nobita pun terpaksa menghadapi kenyataan bahwa kemampuan tidak datang secara instan.

Petualangan Antargalaksi Dimulai

Saat Nobita berlatih seruling sendirian di tepi sungai, sebuah petualangan besar justru dimulai. Ia dan kawan-kawan bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Mikka. Mikka kemudian mengajak mereka ke sebuah kapal luar angkasa terapung yang dikenal sebagai Grand Hall of Farre. Di sana, Mikka memperkenalkan Chappeku, asisten robotnya, dan menjelaskan bahwa mereka berasal dari planet Mushka. Mereka telah lama menanti kedatangan kelompok yang disebut Virtuoso, para musisi yang diyakini mampu menghidupkan kembali kapal mereka melalui musik yang disebut farre.

Doraemon kemudian membagikan alat musik kepada masing-masing anak. Gian mendapatkan tuba, Suneo memainkan biola, Shizuka menggunakan bongo, sementara Nobita tetap dengan serulingnya. Bersama-sama, mereka mulai memainkan musik untuk menghidupkan kembali Grand Hall of Farre. Kapal perlahan pulih berkat harmoni yang tercipta, meskipun Nobita masih sering fals dan kesulitan mengikuti tempo.

Ancaman Makhluk Misterius Noise

Masalah muncul ketika Gian dan Suneo terpisah dari kelompok. Mereka tertarik pada sebuah bangunan aneh yang memutar musik kacau. Di dalamnya, mereka menemukan makhluk hitam misterius bernama Noise yang sedang mengacaukan mesin konduktor musik. Usaha mereka mengusir Noise dengan permainan musik gagal total, bahkan makhluk itu berubah menjadi sosok raksasa. Dengan panik, Gian dan Suneo melarikan diri dan kembali ke Nobita serta yang lain.

Karena harus kembali ke Bumi untuk sekolah, petualangan mereka sementara terhenti. Malam harinya, Nobita berlatih seruling sendirian di kamar mandi rumahnya yang bergema, bertekad memperbaiki kemampuannya dengan usaha sendiri. Menurut Mureks, film ini tidak hanya menyajikan petualangan fantasi yang seru, tetapi juga pesan moral mendalam tentang pentingnya kerja keras dan ketekunan.

Daftar Pengisi Suara Utama “Nobita’s Earth Symphony”

  • Wasabi Mizuta sebagai Doraemon
  • Megumi Ôhara sebagai Nobita
  • Yumi Kakazu sebagai Shizuka
  • Subaru Kimura sebagai Gian
  • Tomokazu Seki sebagai Suneo
  • Chô sebagai Takiren
  • Riana Hirano sebagai Micca
  • Kanji Ishimaru sebagai Wakner
  • Kôji Kikkawa sebagai Maestro Vento
  • Kokoro Kikuchi sebagai Chapeck
Mureks