Netflix kembali menghadirkan tontonan mencekam bagi para penggemar film thriller. Kali ini, platform streaming tersebut menambahkan “Green Room”, sebuah film thriller gelap yang disebut-sebut mampu membuat penonton merasa sangat tidak nyaman dan menahan napas.
Film garapan Jeremy Saulnier ini, yang merayakan ulang tahun ke-10 pada tahun ini, kini tersedia untuk streaming dan siap menguji nyali penonton dengan pengalaman yang sangat visceral.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Sinopsis “Green Room”: Terjebak dalam Kengerian
“Green Room” mengisahkan sebuah band punk rock yang sedang berjuang, terdiri dari Pat (Anton Yelchin), Sam (Alia Shawkat), Reece (Joe Cole), dan Tiger (Callum Turner). Saat tur di Pacific Northwest, mereka menerima tawaran manggung mendadak di sebuah klub terpencil di luar Portland setelah pertunjukan lain batal.
Klub tersebut ternyata dikelola oleh kelompok berbahaya dan melayani penonton yang tidak bersahabat. Sosok tenang namun kejam bernama Darcy Banker (Patrick Stewart) menjadi dalang di balik semua itu.
Setelah selesai manggung, Pat kembali ke area belakang panggung untuk mengambil ponsel Sam dan tanpa sengaja menyaksikan sebuah kejahatan keji. Tanpa jalan keluar, band tersebut terperangkap di “green room” kecil saat staf klub berusaha mengamankan lokasi dan mencegah saksi melarikan diri. Terkunci dan terkepung, mereka harus menghadapi situasi rentan dan membuat keputusan putus asa demi bertahan hidup malam itu.
Kengerian Realistis dan Akting Memukau
Salah satu kekuatan utama “Green Room” terletak pada kemampuannya memperkenalkan sekelompok karakter yang mudah dihubungkan. Persahabatan dan kebersamaan mereka sebagai band punk yang berjuang membuat penonton mudah terhubung. Ikatan dan semangat musik mereka yang sama justru membawa mereka pada kehancuran, ketika keputusasaan mendorong mereka menerima tawaran manggung paling mencurigakan di sebuah bar antah berantah, hanya demi mendapatkan bayaran.
Sejak menit-menit awal, film ini sudah membangun perasaan konstan bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi, dan ketika itu benar-benar terjadi, tidak ada waktu untuk pulih sepenuhnya. Menurut Mureks, “Green Room” adalah thriller brutal yang membuat kekerasan terasa lebih nyata, bahkan satu adegan yang melibatkan parang dan lengan disebut-sebut bisa membuat perut mual.
Karena bagian awal film berhasil membangun koneksi kuat dengan kelompok inti, paruh kedua — saat mereka terjebak dalam ruangan dengan kematian mengintai di balik pintu — terasa semakin mengerikan. Ditambah lagi dengan penampilan Patrick Stewart sebagai penjahat yang benar-benar mengancam, menciptakan mimpi buruk klaustrofobik.
Sinematografer Sean Porter melakukan pekerjaan luar biasa dalam menempatkan penonton di tengah kekacauan, bergantian antara para penjahat di balik pintu dan anggota band yang ketakutan mencoba menyusun rencana. Ini adalah thriller bertahan hidup yang unggul dalam menjaga ketegangan tetap tinggi, secara bertahap meningkatkan intensitas, dan membiarkan penonton menyaksikan karakter-karakter berjuang untuk melarikan diri dari jebakan yang semakin ketat.
Pujian Kritikus dan Kenangan Anton Yelchin
Meskipun “Green Room” hanya menghasilkan 3,8 juta dolar AS di box office pada tahun 2016, hal itu tidak menghentikannya untuk mendapatkan pujian tinggi. Di Rotten Tomatoes, film ini memegang skor mengesankan 90% dari lebih dari 200 kritikus, dengan konsensus situs tersebut menyatakan: “Green Room delivers unapologetic genre thrills with uncommon intelligence and powerfully acted élan.“
Penting juga untuk dicatat bahwa ini adalah salah satu proyek terakhir Anton Yelchin sebelum kematian tragisnya, membuat penampilannya semakin berkesan bagi para penggemar karyanya.
Dengan “Green Room” kini tersedia di Netflix, tim redaksi Mureks sangat merekomendasikannya kepada siapa pun yang menikmati thriller gelap. Ini adalah film yang akan membuat jantung Anda berdebar dan adrenalin Anda melonjak.






