Tren

Misteri Jonathan Pine Kembali: ‘The Night Manager’ Season 1 Meroket di Prime Video Jelang Premiere Season 2

Setelah hampir satu dekade menanti, Jonathan Pine yang diperankan Tom Hiddleston siap kembali beraksi. Serial spionase mendebarkan, “The Night Manager”, akan menayangkan musim keduanya di Prime Video pada Minggu ini, 11 Januari 2026, dengan tiga episode perdana yang sangat dinantikan.

Tak heran, musim pertama serial adaptasi novel John le Carré ini kembali meroket ke jajaran 10 besar tontonan paling banyak diputar di Prime Video. Fenomena ini menjadi kesempatan emas bagi penonton baru atau penggemar lama yang ingin menyegarkan ingatan sebelum petualangan baru dimulai.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Mengenal Lebih Dekat ‘The Night Manager’

“The Night Manager” berkisah tentang Jonathan Pine (Tom Hiddleston), mantan tentara Inggris yang kini bekerja sebagai manajer malam di Hotel Nefertiti, Kairo, di tengah gejolak Arab Spring. Sebuah permohonan bantuan dari seorang tamu yang berakhir tragis menyeret Pine ke dalam misi berbahaya.

Ia direkrut oleh agen intelijen Inggris, Angela Burr (Olivia Colman), untuk menyusup ke lingkaran dalam Richard “Dickie” Roper (Hugh Laurie), seorang pedagang senjata internasional yang dijuluki “orang terburuk di dunia”.

Selain Hiddleston, Colman, dan Laurie, serial ini juga dibintangi oleh Tom Hollander, Elizabeth Debicki, Alistair Petrie, David Harewood, Tobias Menzies, Douglas Hodge, Michael Nardone, dan Adeel Akhtar.

Mengapa ‘The Night Manager’ Wajib Ditonton?

Bagi Anda yang belum pernah menyaksikan atau ingin menyegarkan kembali ingatan, tim redaksi Mureks sangat merekomendasikan untuk menonton “The Night Manager” musim pertama di Prime Video. Serial ini menawarkan kombinasi akting memukau dan plot yang penuh ketegangan.

Penampilan Hiddleston sebagai Pine yang elegan dan cakap, berhadapan dengan Roper yang diperankan Laurie dengan penuh ancaman dan arogansi, menjadi daya tarik utama. Alur cerita yang berliku dan penuh intrik membuat penonton terus penasaran, seiring Pine semakin dekat dengan targetnya, namun juga semakin besar bahaya yang mengintai.

Mureks mencatat bahwa meskipun tidak se-bombastis saga spionase lainnya, “The Night Manager” unggul dalam gaya, ketegangan, dan narasi yang memikat. Banyak yang menyebutnya sebagai tontonan terdekat untuk melihat Tom Hiddleston sebagai James Bond.

Popularitas “The Night Manager” tidak hanya datang dari penggemar. Musim pertama serial ini juga meraih pujian kritis yang luas. Di Rotten Tomatoes, serial ini memegang rating 91% dari kritikus dan 89% dari penonton.

Pada tahun 2016, The Guardian menempatkannya di posisi ketujuh dalam daftar 50 Acara TV Terbaik, dengan penulis Archie Bland menggambarkannya sebagai “a budget-bustingly grand epic of subterfuge and deceit.

Allison Keene dari Collider memberikan rating bintang 5, menyatakan bahwa serial ini “delivers on every front,” dan menambahkan: ““The Night Manager” has something for everyone — fans of spy craft, fans of cinematic television, fans of good storytelling or just of Tom Hiddleston (or Hugh Laurie, for that matter).

Sementara itu, Matt Zoller Seitz dari Vulture menyebut serial ini “succeeds as eye and brain candy,” dan menegaskan: ““The Night Manager” knows exactly what kind of entertainment it wants to be: escapism with just enough of a dark edge to pass for art.

Dengan segala pujian dan antusiasme yang mengiringi kembalinya Jonathan Pine, ini adalah waktu yang tepat untuk menyelami kisah spionase yang kaya dan menegangkan ini di Prime Video. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan kembali atau baru pertama kali petualangan Jonathan Pine sebelum musim kedua tayang.

Mureks